Posts

Showing posts with the label Hiburan

Kencan Pertama

Hai! Tadi malam saya datang ke Kediri Car Free Night. Tumben sekali saya mau datang ke acara dengan begitu banyak orang. Momen kali ini sangat spesial karena saya habiskan bersama old friends: Saidah dan Nur. Mereka adalah dua teman SD saya yang sampai sekarang masih sering berhubungan. Sebenarnya Nur dan Saidah teman TK, lalu kami satu SD. Saya enam tahun satu kelas dengan Saidah dan kami bertiga baru satu kelas saat kelas enam. Jadi ya, saya beneran tahu Nur itu pas kelas 6, sebelumnya cuma tahu gosip saja wkwk. Lulus SD, saya satu sekolah dengan Nur dan kembali bertemu di kelas yang sama saat kelas 9 sementara Saidah bersekolah di sekolah yang berbeda dengan kami. Selanjutnya, Nur dan Saidah kuliah di kampus yang sama. Promosi sedikit, si Nur ini termasuk primadona sekolah selama saya satu sekolah sama dia. Tadi malam dia kena srempet Saidah, “Dulu aja lu primadona, banyak yang nempel. Lha sekarang? Satu aja ga ada yang nempel.” Ngakak saya dengernya.

Pasalnya, kencan kami dimulai karena Nur berkali-kali ngajak saya kencan lantaran dia sudah tak punya teman wkwk. Beda dengan Saidah yang sering saya temui langsung karena rumah dan silsilah keluarga kami cukup dekat, saya jarang sekali berhubungan dengan Nur. Sebenarnya Nur masih kerabat kami hanya saja silsilahnya cukup jauh, rumahnya cukup jauh pula jadi ya hampir ga pernah ketemu atau sekedar mendengar kabar. Back to the topic, akhirnya saya pun mau kencan asalkan barengan sama Saidah. Inilah kencan pertama saya.

Dari dulu, bagi saya yang namanya dolan poinnya adalah interaksi dengan sesama. Keramaian atau lingkungan sekitar hanyalah penambah suasana. Benar kan. Tadi malam kami cuma jalan dalam keramaian. Hal yang berkesan bagi saya malah mereka yang mau saya ajak jalan sampai Jembatan Korupsi demi ngefoto bulan, lalu duduk-duduk di samping Jembatan Korupsi, klesotan di Taman Sekartaji, makan lontong di pinggir jalan, dan ngobrol bareng. Event Car Free Night-nya tinggal lalu saja.

Beruntung ada Saidah. Dia bisa nyambung ngobrol sama Nur. Mereka kan satu TK, SD, kampus, jadi ada banyak bahan obrolan. Coba kalau saya cuma sama Nur, kayaknya bakal krik krik. Udah kami dulu cuma literally bersama selama dua tahun (kelas 6 dan kelas 9), hal yang sama di antara kami cuma dikit, saya ga terlalu banyak omong pula.

Banyak sindiran lucu tertuju pada saya. Maklum sih. Di antara kami, saya yang paling bulliable. Saya banyak kena srempet, merantau terus sih, dia dulu diem banget, guru tau dia tuh nama doang, dia kepinteren dll dll. Tapi saya senang mendengar obrolan mereka. Saya senang mendengar kisah mereka. Dari obrolan tadi malam, saya tahu ternyata selama ini teman-teman saya doing extra miles di saat saya sudah diberikan kenyamanan ini dan itu. Tamparan keras untuk saya.

Saya senang mereka mengangkat kisah saat kami masih satu sekolah. Menyadarkan saya bahwa banyak hal sudah terlupa oleh saya. Saya kena srempet, “kamu yang diinget yang penting-penting doang ya. Yang ga penting-penting dihapus dari memori. Aku yang ga penting-penting tetep aja inget.” Sejujurnya saya sedih menyadarinya. Saya mudah sekali lupa. Banyak momen yang saya lupa. Kadang saya lupa apa yang beberapa waktu lalu saya lakukan. Sering saya lupa kejadian yang baru berlalu beberapa hari. Itu menyedihkan, sama sekali bukan sesuatu untuk dibanggakan. Saya juga ingin momen-momen berharga terpatri dalam ingatan saya dan membuat saya banyak bersyukur. Oleh karenanya, saya biasanya menulis atau memfoto untuk membantu saya mengingat ketika saya melihatnya. Terima kasih untuk Saidah dan Nur yang membantu saya recall memori-memori masa lalu.

Saya senang mendengar sedikit pandangan mereka tentang hidup. Ada pandangan yang kurang sreg tentang keputusan tinggal di kampung halaman saja karena pada akhirnya kita akan kembali ke keluarga. Yang kita butuhkan di akhir nanti pada akhirnya ya keluarga. Sama persis dengan padangan ibu saya. Pandangan itu sama sekali tidak salah. Benar sekali bahwa pada akhirnya yang kita cari adalah keluarga. Saya sadar, kurang sreg-nya saya cuma karena selama ini saya dididik untuk bermimpi besar, untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada manusia, untuk terlibat dalam perubahan, bukan hanya menjadi obyek perubahan. Dan saya melihat hal-hal tadi bisa saya temukan di luar sana. Impian saya sudah kepalang tanggung tinggi. Oleh karenanya saya masih ingin berpetualang untuk belajar dan melakukan sesuatu. Idealisme dan angan-angan saya masih terlalu besar untuk menyerah dan hanya menerapkan pandangan kembali ke keluarga. Sementara ibu saya menginginkan sebaliknya. Makanya saya masih bingung saya mau ke mana. 

Kencan kami berakhir setelah kami melahap habis tahu lontong pinggir jalan dengan porsi kuli. Traktiran si Nur. Kami baru beranjak pukul 22.30 dan pulang bersama. Saya mbonceng Saidah, Nur berkendara menjejeri kami. Kami masih ngobrol sepanjang jalan. Saya tak menyangka kencan kami ternyata akan memberikan obrolan seseru tadi. Menyadarkan saya bahwa teman-teman saya sudah sedewasa dan sekeren ini. Mengingatkan saya pada banyak hal dalam hidup yang harusnya saya syukuri. Saya berharap ada kencan selanjutnya.

Lagu Bagus

Hahaha ini post ga penting banget sih. Saya nemu lagu yang terdengar enak di kuping saya. Lagunya semangat banget. Setelah cari translation-nya, lagunya menggambarkan kehidupan sehari-hari sih haha. Kalau saya lihat, lagu ini juga memberikan contoh bagaimana meng-encourage diri sendiri biar selalu semangat. Yo! Ganbare watashi! Ganbare kyou mo









Daegu 20170326

Assalaamu'alaikum

Kemarin saya jalan-jalan ke kota sebelah : Daegu. Awalnya saya bingung apakah akan ikut atau tidak. Pertama, saya takut nanti saya akan merasa sendiri di tengah keramaian. Kedua, nanti saya sholatnya gimana kalau ga nemu masjid. Karena saya pikir kami akan "keliling kota" beneran, dan di internet saya nemu katanya di Daegu ada masjid, dan seorang teman yang saya tanyai berkata mereka akan mencari masjid kalau memang ada, maka saya jadi ikut.

Ini pertama kalinya saya keluar jam 7 pagi di sini. Malam sebelumnya saya ga tidur karena war tiket KAI and I ended up didn't get it -_- dan ga berani tidur. Kalau tidur pasti bangunnya kesiangan.

Kami ke Daegu naik Mugunghwa. Mugunghwa sebenernya kereta biasa, mirip Argo Parahyangan di Indonesia. Ya mahasiswa cari yang murah-murah.

KAI nya Korea namanya KORAIL. Di Korea, ada empat jenis kereta : Mugungwha (kereta konvensional), ITX (katanya, kecepatannya setengahnya KTX), KTX (kereta cepat) dan SRT. Beda lebih detilnya ... embuh.

Oke lanjut. Ternyata di deket stasiun itu ada shopping center ber-blok-blok jumlahnya. Ternyata yang dimaksud teman-teman "ke Daegu" masih hanya sebatas keliling shopping center itu. Mematahkan imajinasi "keliling kota" saya. Saat tahu itu, ada sebersit regret, "Yah, masa ngebuntutin orang belanja doang."

Allah memang baik. Allah knows me the best. Mereka memutuskan untuk berpencar. Dan jadilah saya walking around by myself. Seperti biasanya. I love it. Entah kenapa jalan-jalan sendiri tidak membuat saya merasa sendiri di tengah keramaian walaupun dalam keadaan fisiknya seperti itu. Saya senang melihat "kehidupan". Kehidupan yang sebenarnya. Senang melihat ceritanya instead of barang fisik yang jadi point of interest di sana.

Gambar-gambarnya silakan lihat di sini.

Sholat
Alhamdulillah, Allah mempermudah urusan sholat saya kemarin. Saya memutuskan untuk kembali ke stasiun untuk sholat. Saya sempat melihat ada nursery room di sana. Dengan bantuan Google Translate, saya memohon pada petugas untuk diperbolehkan menggunakan ruangan itu untuk ibadah. Awalnya ga boleh. Tapi setelah saya bilang cuma 10 menit, saya diperbolehkan menggunakannya. Petugasnya terlihat kaget mendengar statement 10 MENIT. Mungkin dia heran ibadah sesingkat itu.

Menurut saya, that's one of the good points of Islam. Kami beribadah 5 kali sehari dengan durasi yang tidak cukup lama, bergantung orangnya sih sebenarnya. Dan ini mengajarkan untuk selalu mengingat Tuhan, sekaligus mengajarkan sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Yaaaa that's only my opinion though.

Punya seperlunya, beli seperlunya
Kemarin teman-teman sudah meniatkan untuk shopping di sana. Saya dari awal cuma niat jalan-jalan doang. Tapi ... karena saya nemu Daiso di sana, akhirnya saya belanja daily needs yang sebenarnya bisa dibeli deket kampus : perlengkapan makan. Pikir saya, sekalian saja.

Usai semua kegiatan, kami berkumpul di stasiun, menunggu kereta. Saya ditanyain salah seorang dari mereka.
"Kak Nala beli apa?"
"Aku cuma beli daily needs."
"make up gitu?"
"Hah? Gak lah. Aku ga beli make up. Malah beli sabun, makanan."
"Sabun mandi, cuci muka gitu?"
"Sabun cuci piring."

Jauh-jauh ke kota sebelah, cuma beli sabun cuci piring --", mungkin itu yang ada di pikirannya. Mungkin saja. Suudzon aja lu, Nal. Saya merasa, belanja fashion, make up dll saat ini masih belum bisa dibilang menjadi kebutuhan. Kalaupun sebenanya ada unsur butuh, masih belum jadi prioritas utama. Ya buat apa saya buang-buang uang untuk hal yang saya sebenarnya kurang butuh? Lagian ini kocek masih belum punya saya sendiri :(( wkwkwk.

Khusus masalah make up (yang menurut saya berlebihan tapi biasa aja menurut orang lain), saya merasa saya masih belum cukup umur untuk menggunakannya. Bukan umur secara fisik, tapi mentally. Ya cuma perasaan sih. Wkwkwk. Saya cuma pakai seperlunya. Pakai pelembab sama (kadang) bedak bayi doang. Kadang kalau mau, pakai lotion. Kadang muka sama tangan ga dibedain, sama-sama dipakein body lotion. Karena di sini kekeringan, baru di sini pakai lip balm biar ga cracked lips. Wis. Sudah. Ga mau make up yang .... ya .... gitu.

Fashion, pengen sih beli. Tapi bukan untuk mengikuti trend. I am not really into mainstream things. Kalau merasa butuh, baru pengen beli. Pengen doang. Beli engga nya, needs to consider budget. 

Ya gitu deh. Ini semua ujian kawan. Yang diberi keterbatasan diuji sabarnya, yang dikasih berlebih diuji bagaimana menggunakan keberlebihannya itu, yang sedang-sedang saja diuji untuk keduanya. In the end, semuanya tentang ujian iman. Cuma celoteh saja. Hahaha

Kecanduan (lagi)

MAAF, INI POSTINGAN GA PENTING

Waaaa sekarang tanggungan tinggal TA doang. Tubes, tugas, dan ngoreksi laporan selesai sudah. Dan sebagai pelampiasan kali ini saya memuaskan diri nonton Gintama dan My Boss My Hero.

My Boss My Hero
Well, ini dorama kocak banget. Suka sama ceritanya. Semenjak saya nonton itu (zaman SMA), saya bertekad, masa SMA saya harus memberikan memori yang indah HA HA HA. Dorama  ini sih menceritakan yakuza usia 27 tahun masuk SMA, nyamar jadi anak usia 17 tahun. Somehow, setelah saya nonton lagi (ini sudah ke-berapa kalinya ya?), saya merasa kasihan sama tokoh utamanya. Kasihan sekali dia baru merasakan "hidup" di usia 27 tahun. Wal hasil, kelakuannya bocah banget. BTW saya suka tokoh figuran (beneran figuran, cuma "nongol muka" doang), kalau di gambar sih posisinya paling kanan (bagian kanan pembaca), yang cewe berambut cukup pendek. Haha saya suka model rambutnya :3



Gintama kembali seru
Kyaaaaa~ Sekarang nonton Gintama sudah cukup jauh, sudah sampai episode 193 kalau ga salah. "Stok" sebentar lagi habis :( Haduh, Gin-san keren banget sih. Bahkan pas di episode dia berubah jadi kucing, pas jadi kucing pun terlihat kawaii. Yang lebih menyenangkan lagi, masa lalu Gintoki diperlihatkan sedikit. Waaaaa~ ano otoko wa kakkoii desu.

Di Gintama ada yang lebih ganteng dari Gintoki sih, namanya Hijikata. Dan ... ... ... Pengisi suara Hijikata-san sama kayak pengisi suaranya Zoro senpai di One piece, Karena itulah saya berhasil sedikit mempengaruhi teman kosan buat tertarik ke Gintama. HAHAHA *gapenting, Nal* BTW sempat ada episode yang memperlihatkan betapa unyu-nya HIjikata-san.

Waaaa~ Gin-san, Hijikata-san, ore wa hontou ni omaetachi ga daisuki :D





Waaaa~ wajahnya Hijikata pas ke pabrik mayo. Unyuuu

Cerita Saja (5)


Ehm. Kemarin saya makan bareng Fitri dan Lovila. Cukup banyak ngomongin "kerjaan" pascakampus. Well, Saya merasa mereka sudah tahu kemana mereka akan melangkah. Ya begitulah.

Trus niatnya pulang karena kebelet buang hajat *maaf ya, ga sopan* tapi ga jadi. Di sekre ketemu Albertus *BLAH* Ferdiansyah. Sepertinya dia sedang melepas penat dari TA nya. Yah gitu deh. Memang PSTK pas banget buat tempat ketawa. Kalau di lab ketawa-ketawa ga penting terlalu banyak emmmm gimana ya? haha gapapa sih kayaknya tapi ga enak gitu ga sih? mengganggu yang lain. Oke back to the plot. Kata Ferdi sih, "TA ku ga berprogress nih." trus kami berdua yang mempunyai masalah yang sama toss dan ketawa hahaha.

Akhirnya cuma youtube-an di sekre. Kepo lagu-lagunya Sukima Switch. Bukannya pulang buat memenuhi panggilan alam atau ngerjain TA. BTW lagunya bagus-bagus. Tapi masih tetep yang kerasa paling bagus Hello Especially.

Latihan TW
Setelah sekian lama, akhirnya saya nonton latihan lagi heheeee. Trus baru sadar ini tanggal 21 Maret. WOW. Pengen deh ngajakin temen2 TA : Hilmi, Irfan dan Ari (andai saja Alan dan Julian juga sering ke Bandung kayak Ari) buat nonton pagelarannya nanti haha tapi saya ga mau nonton bareng mereka. Cuma pengen mereka nonton haha. Saya pengennya nonton bareng temen2 Satria Pramudhita. Entah kenapa. Hahaa. Ya kan ini "momen terakhir" sebagian Satria Pramudhita di PSTK. Dulu kan bareng-bareng. Di "momen terakhirnya" kalau bisa bareng-bareng dong.

Tapi pas lihat latihannya, saya sambil mikirin hal yang lain.

Selfish atau malah Egois?
Saya bukanlah orang yang peka. Saya sering tak sadar bahwa sekeliling saya bermasalah. Saya sering salah bertingkah, maksud saya, kelakuan saya tidak sesuai dengan situasinya. Bentar, Nal. Kalau kamu tahu bahwa kamu bertingkah yang tidak sesuai dengan situasinya, bukannya berarti kamu peka? maksudnya kamu tahu bahwa itu salah di situasi tersebut. Ya kan sadarnya setelah aksinya dilakukan. Kadang heran sih sama teman-teman yang bisa menemukan ada sesuatu yang salah dalam suatu kegiatan, konsep, yah something like that, hanya dengan mengalaminya selama beberapa menit. Ada yang bisa sadar bahwa seseorang sedang punya masalah hanya dengan melihatnya sekilas. Yah begitulah. Begitu tidak peka, selfish atau malah egoisnya saya.

"Peringatan" dari teman
Tadi malam sempat ngobrol sama Ferdi. GBH. Ghibah kalau di PSTK lebih beken dengan GBH. Sebenarnya ada perkataannya yang memberikan pelajaran untuk saya (yang sebenarnya tidak ditujukan untuk saya).

"Kalian sudah ngelakuin ini? Belum"
"Kalian sudah ngelakuin itu? Belum"
"Kalian udah ngelakuin ini-itu? Belum"
"Lah selama ini kalian sudah melakukan apa?"
"Kalau kalian melakukan hal yang sama lagi dan sama lagi, ya kalian ga bisa (saya lebih seneng ini diganti kalian ga berhak) mengharapkan keluaran yang berbeda."

Makasih, Fer, secara tidak langsung kau sudah mengingatkanku.

Insomnia


Entah kenapa diri ini kalau disuruh melek malem gampang banget. Melek pagi hingga siangya, masyaAllah, susahnyaaa wkwk. Ini post ga penting sih. Ga penting banget. Cuma pengen ngasih tahu lagu yang enak banget buat didengerin--versi saya. Sejak sebelum nulis ini juga ngedengerin satu lagu ini yang dilooping haha.

Soundtrack endingnya Gin no Saji. BTW animenya Gin no Saji juga menyenangkan. Menurut saya lagunya pas banget sama tema animenya. Kalau denger musik intronya, berasa lagi main harvest moon haha. Gin no Saji ceritanya tentang sekolah peternakan dan pertanian gitu. Setingkat SMA. Di Indonesia sudah ada belum ya sekolah yang kayak gitu? Sepertinya belum.

Ini lho lagunya.


Cerita saja (2)


Yo! Saya pengen cerita saja ahahaa.

Sabtu, 05 Maret 2016 saya main karawitan buat pembuka wayangan di ITENAS. Kerja sama antara PSTK-ITB dan PROOF-ITENAS. Menyenangkan. Sangat menyenangkan. Entah kenapa walaupun saya terhitung gabut tapi main karawitannya menyenangkan, nata gamelannya menyenangkan, makan rondenya menyenangkan, nge-bully Dena juga menyenangkan, chattingannya (ehm) juga menyenangkan, makan barengnya menyenangkan, hujannya menyenangkan, suasana nonton wayangnya juga menyenangkan. BTW saya ga ngerti kalau nonton wayang. Sering kalimatnya cuma lewat saja. Kayak ndengerin lagu sambil ngerjain tugas, liriknya lewat saja walaupun itu bahasa Indonesia jadi cuma tahu nadanya saja, liriknya ga tahu apa wkwk.

Yah begitulah. Semuanya menyenangkan. Akhirnya tepar juga sih wkwk.

BTW, Pak Bram mengira nama saya Lala. Pak, nama saya Nala. Sering disebut pas nembang sulukan. Tapi nama saya bukan Nala yang di tembang sulukan. Nama saya Nala dari Bahasa Arab. Bukan Lala. Nasib -_- dulu di FB pernah dipanggil Mas Nala sama Pak Bram, sekarang malah dikira nama saya Lala.

Lari
Manusia boleh berlari. Biar sehat. Boleh berlari mengejar impian. Asalkan jangan lari dari masalah dan kenyataan sih, Nal.

Ohiya tadi malam chattingan sama Ari, nanyain hal yang remeh tentang hasil kerjaan dia. Trus dia bilang Sabtu ini kalau jadi dia bakal ke Bandung. Okay, Ri, kutunggu keripik pisang rasa cokelat yang kaujanjikan waktu itu HAHAHA.

Anyway, entah sudah dua atau tiga kali dalam (mungkin) seminggu saya mimpiin rumah. Kangen kali ya. Sekarang tanggal 08. Tujuh belas hari menuju pulang kok, Nal. 

Ganteng Imajiner


Hari senin saya makan malam bareng Agung sama Ratih di Gelap Nyawang. Luar biasa perjuangan kami bertiga menembus hujan. Maneh Alay, Nal. Mungkin benar kata Candra, "kita itu dipertemukan dengan orang lain kemungkinan besar ada persamaan diantaranya." Kebetulan kami bertiga suka nonton anime. Jadi topik malam itu sudah jelas bukan?

Banyak banget anime yang diobrolin, terutama anime zaman kami masih SD. Zaman dulu kan banyak film kartun tiap hari minggu. Dan saya menemukan ternyata saya dan Ratih punya pemikiran yang sama. Beberapa tokoh anime kami sepakat dia ganteng. Ganteng banget. Trus nanya Agung deh.

Ratih :"Mas Agung, tokoh anime cewe yang menurut Mas Agung paling cantik siapa?"
Agung :"Ga ada."
Ratih :"Hah? masa ga ada? Bukannya biasanya di anime itu tokohnya cantik-cantik ya? kayak yang sempurna gitu lhooo. Ramping, kulitnya putih, ..."
Nala :"Hooo, berarti yang cantik bagi Agung itu yang di dunia nyata, Tih. Ga kayak kita."
Ratih : "Kita sukanya ganteng yang fana gitu ya, Mbak?"
Nala : "Hahaaa, iya, kegantengan yang tidak akan pernah ditemui dalam dunia nyata."

Obrolan berlanjut ke beberapa movie dari anime yang live action, maksudnya diperankan oleh manusia. Memang jadi kurang menarik sih menurut saya. Soalnya tokohnya ga mirip kayak di anime. Sepertinya perkataan Ratih "ganteng yang fana" itu lebih cocok kalau diganti "ganteng yang imajiner", ga punya komponen di sumbu real nya, ga bakal bisa ditemui di dunia real.

Trus sehabis makan diajakin Ratih dan Agung main piano di sebelah Galeri Soemardja. Saya baru tahu lah ada piano yang boleh dimainkan bukan anak seni rupa di sana. Trus Ratih diajarin Agung main doremidasolasido, ngelemesin jari sih. Saya nimbrung-nimbrung saja. Trus di akhir Agung kami minta main sebuah lagu. Lagunya terdengar ceria banget. ternyata musiknya ini, Summer by Joe Hisaishi. Sukaaaaa


Kenangan Idul Adha 2015


Tiba-tiba saja teringat momen ini. Trus pas baca chat-nya pengen ketawa. Apa coba yang bikin ketawa? Hahaa suasana waktu itu sih yang bikin ketawa. Kalian yang tidak mengalami ga bakal tahu. Hahahaaaa


Gintama


Kyaaaa saya sedang ketagihan nonton anime. This is the same case as usual : awalnya ogah nonton setelah dipaksa teman yang "kecanduan" akhirnya sekarang ketagihan hahahaa. Katanya sih Gintama anime ga jelas, ngakak doang kalau nonton itu tapi menurut saya animenya bagus, malah saya banyak nemu nilai kehidupan yang disampaikan. Sepertinya dia bergenre slice of life dan komedi.

Kocak
Seperti yang dibilang sama yang udah nonton sih. Animenya kocak banget. Kadang kalimatnya vulgar eh vulgar atau "ga bener" tapi kocak ya? Trus tokoh-tokohnya sering digambarkan dengan tolol gitu.

Tokoh utamanya ~
Salah satu hal yang bikin betah nonton ini sih. Tokoh utamanya, Sakata Gintoki, GANTENG banget. Tapi ya sering digambarkan terlihat tolol dan kocak gitu. Tapi di balik itu, (saya merasa) hatinya baik banget, kekanak-kanakan, tapi kalau serius cool banget. Setipe sama Luffy di One Piece deh cuma Gin-chan jauh lebih kocak. Ada sih yang ganteng lagi, namanya Hijikata tapi dia ga sekeren Gintoki. Gin-chan tetep nomor satu deh di Gintama. Ya iya lah, lha wong tokoh utamanya.

Gin-chan lagi nggendong anak orang, episode 52

Duh, kalau Gin-chan lagi serius kelihatan keren banget. kyaaaa. Kenapa semua karakter anime yang ganteng kalau lagi serius terlihat keren? Trus kalau lagi terlihat keren gitu, anime apapun, entah kenapa jadi greget pas nontonnya. Setiap berapa detik sekali ngomong "kyaaa keren bangeet", kalau ga gitu "ganteng bangeet". Dasar Nala.

Saya baru ngikutin Gintama sih. Baru akan sampai episode 65. Semakin ketagihan pas nyampe episode-episode yang agak serius, yang banyak perangnya. Kyaaa Gin-chan keren banget. Sekarang semakin penasaran sebenarnya masa lalunya Gintoki seperti apa. Penasaran gimana Kabukicho (nama kotanya) keadaannya bisa seperti (hingga) episode 64 ini. Tokoh utamanya masih misterius masa lalunya, tapi udah terspoiler kalau dia sebenernya orang yang hebat dulunya cuma sekarang jadi kocak begitu. Wawawaaaaa ga sabar pengen tahu episode yang me-reveal masa lalunya Gintoki Sakata.

Ehm, TA apa kabar, Nal?

Kita vs Kami


Sering banget saya ketemu anak ITB yang masih salah menyebutkan kita dan kami hahaa. Padahal udah gede wkwk. BTW saya dulu dengan sadar diri menyadari bahwa saya salah, dan itu baru semester 4 atau 5 gitu. Sebelumnya ngomongnya masih pakai "kita" melulu hahahaaa. Sekarang sudah bener kok haha.

Semakin tergelitik buat nulis ini gara-gara pas chat sama Wheland dia salah nyebut kami menjadi kita. Saya merasa lebih beruntung menyadari kesalahan sendiri, daripada si Wheland yang baru nyadar setelah ditegur dosen hahahaaa.

Jadi gini temen-temen. Kita harus tahu bedanya "kami" dan "kita". Itu kan pelajaran SD.

ki·ta pron 1 pronomina persona pertama jamak, yg berbicara bersama dng orang lain termasuk yg diajak bicara;

ka·mi pron 1 yg berbicara bersama dng orang lain (tidak termasuk yg diajak berbicara); yg menulis atas nama kelompok, tidak termasuk pembaca;

Tuh, jadi kita harus pakai "kami" kalau yang kita maksud tidak menyangkut yang kita ajak bicara. Jangan salah lagi ya, Kawan.

ala kadarnya


Barusan ikutan nimbrung ngedengerin kajian Abu Takeru. Judulnya You Love Naruto, I love Sakura. Hahaaa Sakura the real sakura maksudnyaaa. Itu lhooo bunga sakura. I love so haha. BTW ini pertama kalinya saya ngedengerin langsung pengajiannya. Sebelumnya ngedengerin file rekamannya hahaha. Intinya sih tadi ngebahas hukum ngegambar. Dan saya bersyukur, nonton kartun diperbolehkan menurut ulama hahaha. Jadi saya masih bisa puas nonton One Piece, Gintama, dll. Ya walaupun itu baru menurut ulama sih, hukum sebenernya hanya Allah yang tahu (iya ga sih? kalau menurut saya begitu).

Sekarang saya sedang dalam penantian #eaaaa. Udah gitu aja, ga usah dijelasin. Nanti saja kalau sudah mendapat kesimpulannya mungkin akan saya ceritakan :D

Kok blog beberapa recent postnya isinya agak menyimpang dari biasanya ya haha. Jadi kerasa kayak blog orang lain. Tapi memang lagi pengen nulis tapi ga ada topik sih jadi yaaa cuma bercerita ala kadarnya begini.

Tokyo Tower




Bagus yah? Terlihat indah. Entah kenapa dibandingkan Tokyo Sky Tree, Tokyo Tower lebih membuat kagum, bagi saya. Hahaha atau mungkin lebih tepat jika saya bilang, It reminds me of my dream, the same as sakura and Fujiyama do. Saya lupa-lupa ingat (berarti banyak lupanya) kenapa Tokyo Tower ter-persepsi demikian dalam kepala saya.

Saya barusan nonton dorama, judulnya Tokyo Tower : Okan to Boku to, Tokidoki, Oton (Tokyo Tower : Mom and Me and, Sometimes, Dad). Pas searching di internet sih katanya ada movienya juga. Jadi pengen nonton. Akhirnya bisa nonton dorama ini kembali. Terakhir saya nonton sebelumnya, pas saya TPB, nonton bareng temen sekamar di asrama. Semenjak kami berpisah saya belum sempat minta file nya biar bisa nonton sendiri gitu. Eh ternyata file di teman saya sudah dihapus, sedih padahal saya sudah pengen nonton sejak entah kapan. Nyari-nyari di internet juga kebanyakan link downloadnya sudah ga ada. Waktu itu juga di Youtube belum ada yang nge-upload lengkap. Setelah sekian lama mencari, di saat seperti ini, beberapa minggu lalu nemu orang yang ngupload di Youtube, Tokyo Tower lengkap, ke-sebelas episodenya lengkap, selengkap-lengkapnya. Senang sekali rasanya walaupun resolusinya kecil. Maklum, kan drama lama.


Kalau kalian benci nangis, mungkin kalian tak akan mau nonton ini. Saya tak yakin cowo yang pandai menjaga level cool nya akan tahan menahan air mata nonton drama ini hahaha. Plot dramanya kebanyakan di kehidupan pascakampusnya tokoh utama, namanya Masaya Nakagawa. Dulu yang masih bisa didownload dan banyak tersebar itu cuma episode 01 nya jadi kali ini entah sudah berapa kali saya nonton episode 01 nya tapi tetap saja saya nangis setiap nontonnya hahaha.

Tokyo Tower berfokus pada cerita antara ibu dan anak. Makanya, kalian yang jarang inget orang tua (emang ada, Nal?), coba nonton deh. Yah paling tidak setelah nonton ini kalian akan terharu karena ternyata orang tua itu seperti itu toh. Ya memang setiap orang ga sama sih, begitu pula cerita keluarga. Paling jleb di episode 02 saat Ma-kun (Masaya) sedang putus asa dengan kehidupan kuliahnya, dia bilang ke ibunya kalau dia mau keluar saja. Selanjutnya di sakit, ga ada yang ngerawat. Trus ibunya dateng ke Tokyo. Pas ibunya mau pulang, ada potongan dialog begini kalo ga salah
“Ma-kun, I'll do my best. With a fighting spirit, live honestly until you graduate. Can you do it?”
Kalau menurut kalian, saya ga tau sih. Tapi menurut saya, saya ga bisa ngebayangin kalau saya yang digituin sama ibu saya.

Di drama ini juga ada cerita romansanya tapi porsinya sedikit dan itu cerita romansa 20 tahun ke atas gitu yang memang tipe hubungannya menuju serius hahaha. Sudah sampai level direstui ibunya Ma-kun tapi akhirnya sedih sih.

Suka banget sama theme song nya yang dibawain Kobukuro, judulnya Tsubomi. Kalau saya ndengerin lagunya sih memang nuansanya semacem pas ndengerin lagunya Melly Goeslaw yang judulnya Bunda. Mungkin karena saya sudah tahu kalau itu theme song nya Tokyo Tower kali ya, jadi persepsi yang terbentuk seperti itu haha.

Ceritanya, Tokyo tower di drama ini menjadi sebuah pengingat akan banyak momen gitu makanya judulnya Tokyo Tower. Ya jadi gitu deh, kayaknya saya tahu ada yang namanya Tokyo Tower dari Tokyo Tower ini. Ternyata drama ini diangkat dari novel Tokyo Tower karya Lily Franky. Hahaa jadi pengen baca.


Dari kiri : versi movie, novel bahasa indonesia, TV show 2006, dan drama 2007 dari Tokyo Tower. Kebetulan nontonnya yang paling kanan

Akan Liburan

Sebentar lagi liburan. YEAY!

10 HARI MENUJU AKHIR AGENDA (formal) AKADEMIK. Yeay! Masih bertebaran tubes dan ujian sih  tapi suasana libur sangat menggiurkan. Suasana pengen liburan sudah mulai terasa. Sudah pengen gabut dan main-main gitu. Akhirnya tadi pagi saya cari-cari hiburan ehehee. Trus mainan ini. Yeay! akhirnya setelah sekian lamaa. Musiknya menyenangkan.


(Seharusnya) Cerita Akhir Bulan - part 2

Hai, postingan ini masih cerita akhir bulan juga. Masih serumpun dengan part 1.

SELAMAT DATANG PSTK-ITB 2015 ^^
Selamat menempuh perjalanan menuju ke-keren-an masing-masing.
You're still young, you have many chances to do many things here, in the campus, the playground. Beda ceritanya kalau sudah "tua" macam saya begini.

Pelantikan dilaksanakan tanggal 21-22 November kemarin. Ah, masih banyak yang belum saya kenal. Masih banyak wajah-wajah asing. Paling tahunya baru keluarga bonang ahahaa. Sini-sini kenalan sama saya wkwk.

Sebelumnya mereka mengadakan Presentasi Budaya, pertunjukan yang menyajikan hasil pembelajaran mereka. Bedanya dari yang sebelum-sebelumnya, mereka tidak membungkus penampilan itu dalam bentuk cerita.

Beruntung pelantikan kemarin tempatnya berbeda dari lokasi sebelumnya. Hampir saja PSTK 3 strikes pelantikan di lokasi yang sama.

Saya yang awalnya galau apakah akan ikut atau tidak, akhirnya memutuskan untuk ikut. Nebeng mobil yang dibawa Sita, entah mobil siapa. Disopiri oleh Aflin yang berangkat dan pulang pun kehilangan sandal terus. Akhirnya dia selama itu memakai sandal yang kanan dan kirinya beda jenis sandal, beda merk, beda warna, beruntung masih muat ahaha.

Selama perjalanan ghibah, ngomongin ini-itu. Kebanyakan PSTK sih. Dan sempat bikin introspeksi, apakah cara berpikir saya sudah layak, maksud saya sesuai dengan kondisi dan posisi saya sekarang? Jangan-jangan cara berpikir saya masih sama saja dengan anak yang baru lulus SMA. Semoga tidak se-ekstrim itu. Maksud berpikir disini adalah berpikir logis, kritis, solutif.

Kadang dalam hati bertanya-tanya. Memang bagaimana cara kita untuk mengkuantisasikan perkara-yang-kualitatif secara obyektif? *kami membicarakan tentang itu juga* mungkin suatu saat saya akan benar-benar mengerti setelah mengambil mata kuliah prodi Teknik Industri (dulu Mince pernah bilang anak TI belajar ginian tapi saya ga tahu apakah akan mengambilnya hahaha)

Saya gabut sih di pelantikan ehehee. Menyerahkan bagian bicara saat evaluasi kepada Mita saja ehehee. Sempat ikutan jaga pos berpikir kritis juga. Seru lihat mereka menyampaikan pendapat masing-masing, kadang juga menyanggah pendapat yang lain. Dan saya temui cara pandang "anak baru" memang berbeda dengan yang sudah lebih tua. Mungkin dulu saya juga seperti mereka.

Di forum evaluasi gabut, malah mainan lampu hp yang difungsikan sebagai senter sama Maul. Langitnya indah. Jauh lebih banyak bintang yang terlihat dini hari itu *daripada di kampus haha*. Beruntung Tuhan memberikan kamera yang keren, jadi saya bisa menyimpannya dalam memori saya. Dingin, kami malah mainan kabut. Sungguh seperti bocah. Terlalu excited dengan udara dan uap air hangat yang keluar ketika bicara. Mungkin kami mendambakan bisa ke luar negeri suatu saat nanti hahaha.



Itu gambar kami beberapa menit sebelum resmi terlantiknya 2015. Kedinginan membuat kami berebutan dekat-dekat dengan obor. Itu di bawah ada Koh wheland yang megangin. Sempat pula dengan konyolnya kami berimajinasi dan menirukan ritual suku pedalaman seperti yang kami lihat di TV, ehehee memang bocah.

Sayang sekali saya tak mengikuti acara sampai akhir. Pulang duluan. Biar kelihatan sibuk gitu. Aih, apaan dah. Padahal kan karena yang ditebengin juga mau pulang. Di perjalanan pulang pun tak kalah konyol. Sempat dua kali dalam beberapa menit mobil kami bikin macet gara-gara rem tangan yang susah untuk dikembalikan ke posisi awal. Hahahaa sayang sekali sehabis itu saya harus kembali ke lab. Dan kau tahu, saat itu posisi saya sudah dekat, hampir nyemplung, ke Black Hole.

17 November, Ramen, Latihan PLE

Halo, Dunia! Apa kabar? Semoga kita selalu dalam keadaan yang baik.

Hahahaaa sebenernya postingan ini pengen cerita banyak tentang hari special(?), 17 November ^^ Jatohnya jadi kayak buku harian wkwk.

Dari beberapa hari sebelumnya saya sudah berencana 17 November tidak akan menyentuh TA sama sekali hahahaa. Dan ternyata rencana ini semakin didukung dengan ditiadakannya bimbingan :D

Ramen
17 November special karena menjadi momen ketiga saya makan ramen. Hahahaa ga penting banget. Tapi ini ditraktir. Ditraktir Kokoh. Jarang-jarang kan dia sebaik ini, sampek mau nraktir. Entah kenapa Kokoh kalau urusan mau makan bareng selalu mengusulkan ramen -_- Traktiran dalam rangka (syukuran) Kokoh menang lomba essay. Tapi bagi saya, ini sekaligus jadi hadiah wkwk. Iya hadiah. Anggap saja hadiah. Tapi kemarin saya merasa kami (atau hanya saya) tak sebanyak-ngomong seperti biasanya. Hahaha tapi saya seneng. Seneng banget.

Kami makan di Ramen House. Kami berangkat ga barengan karena Kokoh berangkat dari Gramedia, abis nganter temennya beli kado buat temennya yang lain hahaha. Tapi timing kami pas sekali. Tepat setelah saya turun dari angkot, angkot yang ditumpangi Kokoh datang. Jadi kami tak membuang waktu untuk saling tunggu.

(Ini cerita ga penting banget) Saya pesan Shiro Ramen, rasanya agak aneh, kayak ada nori-nya gitu (atau memang ada?).

Kami juga merencanakan abis makan mau langsung cus ke PSTK buat nonton gladi kotor latihan PLE, tentunya setelah ngambil tas Kokoh di himpunannya.

Sayang sekali saya tak mendokumentasikan kegiatan ini. Hahahaaa. Padahal pengen punya.

Nonton Latihan PLE
Kemarin latihan PLE rame banget. Hahaa ya iya lah. Lha wong Kamis mereka mau nampil :D Sudah dua hari ini Satria Pramudhita banyak yang nonton latihan PLE (saya baru kemarin doang haha). Bikin kangen masa-masa TPB hahahaa. Kami dulu juga mengalami yang seperti itu. Tapi menurut saya punya kami lebih memberikan efek yang emmm susah ngejelasinnya. Saya kangen masa-masa itu.

Ga kerasa banget saya sudah melewati waktu bersama calon-calon orang keren dua kali. Sekarang mereka mungkin sudah menemukan sebuah level ke-keren-an masing-masing dan sedang meng-upgrade diri menuju level selanjutnya. Bahkan saya merasa banyak dari mereka yang lebih keren daripada saya. Saya mah bukan apa-apa. Hahahaa

Sekarang sudah bertemu lagi dengan calon-calon orang keren generasi ketiga. Sedang berjuang, menjalani jalan yang mereka pilih untuk menjadi keren. Mungkin nanti mereka akan jauuuuh lebih keren daripada saya. Semangat ya, adik-adik^^ Saya pengen nulis "semangat ya, coy" tapi kok rasanya aneh ya, saya sudah merasa menjadi kakak :v sebelumnya kan saya malah yang kena bullying sama angkatan bawah *curhat*

Kamis ini sudah diagendakan malam untuk nonton acara mereka. Semangat yaaa. Saya menantikan penampilan terbaik kalian :)






Suasana latihan sisi tim karawitan



Tari Eko Prawiro. Belum sempat mendokumentasikan tari putri :(


Ini dia ketua presbud PLE. Saya narget foto wajahnya tapi ga dapet-dapet.


Ketua presbud (Nida), PJ Karawitan  (Gora) dan Imung sang pengendhang ganteng dan satu-satunya sedang kompromi. Ganbatte, Imung! I proud of you (y).


Reuni
Momen latihan PLE kemarin mengumpulkan sebagian Satria Pramudhita. Ya yang muncul itu-itu lagi sih. Tapi kapan lagi mereka-mereka yang jarang saya temui tiba-tiba datang ke sekre kalau tidak di acara seperti ini. Terima kasih atas momen ini.

Ga kerasa banget, sekarang kami sudah "tua-tua" begini. Sudah jadi swasta. Tapi saya ga mau sebutannya swasta. Kenapa namanya swasta? aneh tau.

Hahahaa ternyata mereka merencanakan sesuatu. Sempat curiga sih, gara-gara Fitri yang tiba-tiba ngajakin ke RLB padahal dia baru menunjukkan sebuah video dan belum ada satu menit termainkan. Tapi sampek RLB malah diajakin ke sekre atas lagi, katanya mau nyiapin eval. Emang mau nyiapin sih. Tapi ada ini . . .


Ada Mince, Fitri, Jarsi, Abdi, Candra, Yaka, Dena, (tangannya) Fika, (kameranya) Tata, Aflin (yang ga kelihatan), Lupita (ga kelihatan), Agung (yang udah pulang karena sakit perut), Sita (juga ulang tahun). Makasih yaa semuanyaaa

Terimakasih, Tuhan, untuk momen 17 November ini. Menyenangkan.


Barakamon

Halo, Dunia!

Saya barusan nonton sebuah anime. Judulnya Barakamon. Pertama ngopy dari temen, dari judulnya kebayang filmnya isinya semacem Ksatria Baja Hitam kalau ga gitu kayak Doraemon gitu eh ternyata real nya sangat jauh dari itu. Tapi ga menyesal kok. Animenya menyenangkan. Kocak, tapi kadang ada mello-mello-nya gitu dan banyak pelajaran kehidupan.


Barakamon bercerita tentang "pembuangan" Seishuu Handa oleh ayahnya (kalau ga gitu direkturnya. Lupa) ke sebuah pulau *masih berpenghuni* gara-gara Handa nonjok direkturnya di pameran sebelumnya. Ceritanya Handa ini seorang seniman gitu, seniman kaligrafi. Awalnya saya merasa aneh sih dengan karyanya. Kenapa cuma tulisan gitu aja. Setelah saya pikir-pikir, ohiya kaligrafi arab kan juga ada. Berarti ini mirip-mirip lah sama kaligrafi arab yang biasa saya temui.

Si Handa ini disuruh ayahnya untuk ke pulau itu, untuk mencari inspirasi katanya. Tapi ternyata di Pulau itu, si Handa ini belajar banyak tentang kehidupan. Ya intinya Barakamon bercerita tentang Handa yang kuper dan kurang bersosialisasi menjadi belajar bagaimana kehidupan sosial, merasakan bagaimana kebersamaan dan kekeluargaan.

Dari gambaran besar ceritanya kayaknya kelihatan mello-mello gimana gitu kan? Tapi pencapaian goal itu melalui cerita yang kebanyakan konyol dengan adanya tokoh-tokoh yang berperan penting dalam pembelajaran ini. Ada Naru Kotoishi, Anak kecil umur (kalau ga salah) 6 tahun. Banyak pelajaran kehidupan dan tentang indahnya masa kecil yang diberikan melalui tokoh ini. Ada juga Miwa Yamamura, Tamako Arai, Hiroshi Kido dan banyak penduduk desa yang baik hati. Segala jenis kepedulian dan kehidupan di desa itu membuka kesadaran betapa indahnya jika kita saling membantu dan menghormati dalam kehidupan (itu menurut saya). Yang paling penting, suasana desa itu bikin kangen rumah wkwk.

Ohiya, Handa di desa ini dipanggil dengan sebutan Sensei. Saya lupa kenapa haha. Pas nonton, saya merasa seneng banget ketika Sensei menemukan suatu keindahan atau pelajaran kehidupan. Mungkin karena saya merasa life lesson yang didapatkannya cocok untuk menjadi motivasi yang saya butuhkan. Iya. Pelajaran tentang bagaimana menerima apa adanya, tentang bersyukur, tentang pentingnya teman, tentang bagaimana kepedulian itu dapat membahagiakan orang lain, tentang optimisme, hingga tentang betapa indahnya masa kecil. Hahahaa

Selama season ini, di desa ini Sensei mendapat beberapa inspirasi dalam pembuatan karyanya. Jadi ada beberapa inovasi gitu. Paling seneng kaligrafi Sensei yang ini. Kaligrafi dari inspriasi yang didapat saat terperosok jatuh ke hutan (hutan atau kebun ya?) dan tak sengaja menemukan betapa indahnya langit malam dengan hiasan bintang-bintang uuu~ Kaligrafi ini (kalau dari nonton animenya) artinya "Stars", setelah saya cari di Google Translate ternyata bacanya Hoshi.


Kabar-kabarnya nih Barakamon ada season duanya tapi saya cari-cari belum ada. Tapi kabarnya dia udah rilis. Haa ga sabar pengen nonton.

(kami) funta

Banyak cerita terlewatkan. Banyak kejadian yang luput dituliskan di sini. Sebenarnya sudah pengen nulis entah dari kapan tapi gagal melulu karena sering lupa karena ini dan itu.

Kehidupan saya belakangan ini penuh dengan warna-warna suasana tugas akhir. Orang-orang yang (sepertinya) sering saya temui berpindah dari Fitri, Lovila, anak-anak PSTK, menjadi seorang Squidward dan Patrick wkwk.

Hari ini deadline pengumpulan Dokumen B100, B200 dan Video. Saya mau cerita. Kami sempat kebingungan menyusun dokumen-dokumen itu. Bingung karena topik kami (menurut kami) terlalu umum. Setelah minggu lalu mendapat sindiran karena di waktu itu kami baru membahas analisis bisnis akhirnya kami saat itu juga brainstorming mau kami apakan si teman baru kami. Wal hasil sekarang kami memutuskan untuk menjadikan teman baru kami pelayan restoran. Sampai saat ini kami masih berkutat dengan dokumen-dokumen itu hahahaa semangaat guys.

Setelah sekian lama, akhirnya kelompok kami punya nama juga. Beberapa hari yang lalu dengan  (setengah n) + 1 kami memutuskan nama kami funta. Ada ceritanya kenapa namanya itu. Tapi tidak akan diceritakan di sini haha. Well, apakah kami masih adaptasi? iya. Menyenangkan sekali bisa mengetahui apa yang selama ini saya belum tahu tentang mereka.

Sebenarnya di post ini saya mau fokus menceritakan anggota kelompok kami tapi kok ternyata pendahuluannya cukup panjang. Oke. Mari kita mulai.

Funta terdiri dari saya, Squidward dan Patrick. Setelah berinteraksi dengan mereka selama ini, saya menemukan betapa sangat berbedanya kepribadian kami hahaha.

Squidward
Saya memang sudah punya pengalaman "bersama" Squidward sejak semester 4. Semakin sering bareng di semester 6 dimana kami bersama di tiga dari empat praktikum. Itu pun karena satu praktikum itu memang tidak berkelompok. Meski begitu, ternyata banyak hal yang belum saya tahu dari seorang Squidward. Banyak. Bahkan beberapa kali saya dikagetkan oleh beberpa ekspresi dan reaksi yang dikeluarkan oleh Squidward. Hahaha. Squidward tergabung dalam kelompok kami juga karena saya yang (bisa dibilang) sedikit memaksa untuk bergabung. Saya iri sama Squidward. Saya melihat semangat juangnya jauh lebih besar daripada saya. Pembawaannya santai tapi gimana ngejelasinnya ya, dia rajin gitu sih kelihatannya. Entah dia sudah sit-in berapa kuliah. Setahu saya dua matkul haha.

Squidward sering menyebalkan dengan bagaimana ia menanggapi sesuatu. Itu menurut saya sih. Misal nih ya, kejadian ini. Saat itu kami mau ketemu di MIC. Masih saling nunggu dulu. Patrick masih di CC Timur. Squidward masih otw kampus. Saya menunggu di depan TU STEI. Sibuk ngapa-ngapain sama laptop sambil nungguin Squidward dateng untuk selanjutnya menghubungi Patrick kalau Squidward sudah datang. Akhirnya muka Squidward nongol juga naik tangga. Saya nyapa.

"Hai, Squidie." Selanjutnya saya masih lanjut lihat laptop. Ya lumrahnya orang kalau lihat kelompoknya nyamperin dulu lah yaaa, paling engga nanyain Patrick mana, gitu. Eh, dia nylonong aja tanpa njawab sapaan. Itu nyebelin dah hahaa.

Tapi kalau sudah akrab kayaknya dia seru gitu sih orangnya.

Patrick
Oke selanjutnya Patrick. Dia ngajakin saya buat sekelompok beberapa menit setelah saya ngontak Squidward buat jadi sekelompok. Mungkin Tuhan memang merencanakan kami akan menjadi kelompok yang super keren nantinya bahkan sampek ngajakin aja di waktu yang bisa dibilang bersamaan. Apaan sih Nal?

Well, Patrick orangnya lebih sedikit nyebelinnya daripada Squidward yang respon terhadap sesuatu langsung bikin diem. Patrick banyak ngomong juga walaupun masih banyak saya sih hahaa. Dia suka Bola. Suka banget sama sebuah klub sepakbola dari Italia. Haduh saya mah ga ngerti begituan. Squidward juga ga terlalu suka bola. Kalau anime, Patrick paling sukanya Naruto sama Conan. Dia ngomong gini ke saya pas saya nonton Boboiboy

P : "Haduh, Sponge. Inget umur."
Sp : "Lhah emang kenapa? Salah kalau aku nonton Boboiboy? Seru tau."
Sq : "Iya, Trick. Kenapa dah? Urang juga biasa nonton Boboiboy. Seru coy." (kurang lebih omongan Squidward begitu)

Yaaa Patrick dan Squidward suka Naruto, saya masih pengen nonton tapi belum keturutan. One Piece, saya sama Squidward yang ngikutin. Bola yang suka dan ngerti sih Patrick sama Squidward.

Kalau saya lihat sih Patrick yang paling panikan diantara kami. Panik itu perlu sih. Tapi kadang saya merasa bersalah kalau saya ga panik juga, kepikiran jangan-jangan saya kurang peduli. Di antara kami dia juga yang paling jarang pulang. Salut deh sama Patrick yang kuat jauh dari rumah untuk waktu yang lama.

Well itu sekilas tentang kelompok saya. Hahaha akhirnya keturutan nulis tentang mereka. Masih banyak hal-hal yang belum saya ceritakan. Banyak hal yang belum saya tahu tentang mereka :D Semoga saja mereka ga baca postingan ini. Kan saya ngata-ngatain mereka gitu.

Behind the Scene Video TA

Kami (funta) sepertinya memang berjiwa deadliner dengan mengabaikan sisi inisiatif dan konflik haha. Jumat, 9 Oktober 2015 deadline dokumen B100+Video dan B200 TA. Dan kami baru benar-benar mengerjakan video J-6 00.00 hari Jumat hehehe.

Saya sebenernya bingung. Pengen ngepost ini di blog TA tapi kok isinya gini banget. Yasudah saya post di sini saja.

Well, mari kita mulai. Awalnya kami meminta tolong teman saya, sebut saja Basreng. Namun ternyata karena saya belum ngomong lagi sama basreng jadi kami ga jadi minta tolong. Tinggallah kami bertiga, mahasiswa dengan jiwa seni yang mungkin kurang. Brainstorming saat itu juga, gambar-gambar yang kami ingin basreng buat mau digantikan dengan apa. Yang pertama adalah restoran. Entah kenapa saya kepikiran Krusty Krab yang di Spongebob Squarepants. Dengan pembicaraan ini itu akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan sebagian episode Spongebob Squarepants : Patty Hype dan untuk menambah nuansa alay, kami tambahkan episode yang ada marching band nya. Jadilah video super alay. Mungkin orang yang nonton mikir, ini salah upload kali ya. Engga kok. Itu saking kami kurang kreatifnya.

Tapi tugas video ini berhasil membuat momen pertama kami menghabiskan waktu malam bersama sampai jam 1 pagi. Dan juga mempertemukan kami dengan adiknya Hilmi yang ternyata mirip banget sama Hilmi.

Tapi sebenarnya bukan itu poin yang mau saya ceritakan. Gara-gara ide spongebob maka kemungkinan sangat besar kami jadi nonton Spongebob. Dan itu terjadi, kawan. Emmm saya kan orangnya gini, gampang ketawa. Saya nonton Spongebob sampek ketawa-ketawa hingga muncul perbincangan yang kurang lebih begini. Biar lebih susah nebaknya mari kita samarkan namanya

P : Lihat deh, default mukanya Spongebob sama Squidward beda banget lho. Spongebob gini, Squidward gini (Silakan imajinasikan wajah Spongebbob dan Squidward).

P : Kayaknya di kelompok kita ada satu Spongebob deh. Yang dua Squidward :v
Kalian tahu kan siapa yang dimaksud P?

Sp : Hahahaaa kan Squidwardnya udah dia (Nunjuk Sq)
Gara-gara status di timeline fb nya Sq tentang squidward -_-

Sq : Haha, maneh apa, P? Patrick?

Wkwk kok kalau saya pikir-pikir cocok juga. Sp emang paling banyak ketawa di funta. Dikit-dikit ketawa. Sq, sumpah dia nyebelin banget kayak Squidward. Kadang nanggepinnya langsung mematahkan semangat. Bukan yang sampai down gitu sih. Tapi bikin diem aja haha. Nah Si P banyak makannya sih hahahaaa jadi cocok-cocok aja kalau image Patrick ditempel padanya wkwk.

Trus saya jadi kepikiran nanti di "tentang" blog TA (yang sampai saat ini masih mendekam di level draft) perkenalannya ada Spongebob, Squidward sama Patrick gitu. Tapi emmm ya sudahlah nanti lihat apa kata mereka hahahaa

Oh iya, bagi yang ingin melihat video pertama kami (yang super ga jelas) silakan lihat di sini.

Goodluck, Guys!

Upgrade RAM

Eitz. Hati-hati. Cerita ini membosankan.

Sebelumnya saya mau pamer dulu nih *pamer kok bilang-bilang wkwk*. Ceritanya laptop saya baru. Laptop unyu yang lama diminta sama pemilik aslinya, mbak saya. Saya sudah pernah ngepost tentang topik TA yang saya, Hilmi dan Irfan dapatkan kan ya? Kemarin kami diberikan file yang isinya petunjuk bagaimana cara nyobain Nao, teman baru kami. Jeng jeeeeng. Ada pre-requisite nya. Salah satunya RAM yang cukup, salah banyaknya software ini-itu yang sampai sekarang belum kunjung saya install, lebih memilih ngeposting tulisan ga jelas ini. Kebetulan nih kebetulan RAM laptop baru saya termasuk yang kalau buat ngejalanin program sekian banyak itu akan lemot sekali jadi kesimpulannya saya perlu upgrade RAM. Ya walaupun sebelum dikasih file itu memang saya sudah niat mau upgrade RAM.

Kemarin saya putuskan ke comlabs buat minta tolong upgrade RAM sama install office. Karena RAM nya baru bisa datang hari ini jadi laptop saya bawa dulu dan saya sudah bayar. Siang tadi saya kembali ke comlabs meyerahkan laptop untuk "dioperasi" kecil-kecilan. Katanya bisa selesai jam setengah 5. Setengah 5 setelah bimbingan saya kembali ke sana dan . . .

Mbak2 : "Emm ternyata tadi RAM nya keliru, Mbak. Jadi belum bisa diambil."
Saya : "Trus selesainya kapan?"
Mbak2 : "Ya Senin"
Saya : "upgrade RAM nya bisa dibatalin ga? besok saya mau pakai laptopnya dan udah perlu RAM yang gede. Cobalah, Mbak, tanyain dulu."

Hahahaa wajah memelas, sedikit bujukan dan banyak doa. Itu yang saya lakukan. Sambil menunggu mbaknya ngehubungin seserorang, saya berdoa sambil mikir, "haduh, kalau ga bisa dibatalin gimana yak? Senin lagi. Udah gitu kata kokoh tadi kemahalan lagi." Saya tadi lebih mikirin duit yang sudah terbayar daripada nasib kelompok TA saya mau nyobain Nao kapan wkwk. Maafkeun temanmu ini ya teman-teman :D

Sepertinya Allah memang punya rencana yang lebih indah. Akad jasa upgrade RAM ini bisa dibatalkan :D Rencana selanjutnya lebih indah wkwk. Sampai sekre langsung nyari Koh Wheland.

Saya : "BEC yuk. Ga jadi upgrade RAM di comlabs. Besok mau dipakai nih."
Koh Wheland : "Yuk. Sekalian ke Baltos ya. Ambil laptopku."

Rencana yang direncanakan dalam beberapa menit. Anti-wacana. Langsung cus ke Baltos. Dan Perjalanan ini sungguh sangat mirip dengan perjalanan yang pernah kami lakukan berdua sebelumnya. Baltos - BEC - BIP, cuma purpose-nya beda.

*Ceritanya sudah sampai di BEC*
Muter-muter sebentar hingga Wheland berkata, "Sini, yuk. Aku melihat sesosok RAM." *sesosok RAM -__- batin saya* Kami masuk sebuah toko cukup besar tapi masih baru. Yang ngelayanin wajahnya kokoh2 gitu.

Koh Wheland : "Yang punya kokoh2."
Saya : "Sodaramu ya?"
Koh Wheland : "Hahaaa barangkali dapet diskon "
yakali dapet diskon -_- cuma gara-gara tampang doang yang mirip kokoh2

Ternyata laptop saya memang agak merepotkan. Koh Wheland dan kokoh2 di toko pun ga tau tipe RAMnya setelah dibuka. Ceritanya RAM saya sudah jadi satu sama boardnya, ga bisa diambil -_- saya jadi mikir, saya ga bisa mengganti si RAM "permanen" itu dong -_- Trus koh Wheland iseng googling dan nemu tipe RAMnya. Saya yang ga ngerti apa2 ngeiyain aja buat dipasang sebuah jenis RAM.

set set set. Jeng jeeeeng. RAM nya ga ke-detect. Kokoh penjaga toko akhirnya bertanya ke orang lain yang setelah kami melihatnya kami menyimpulkan sebenarnya orang ini yang punya toko. Si kokoh2 cuma asisten aja kali ya wkwk. Didapatkan kesimpulan RAM yang tadi terpasang sebenarnya bukan tipe RAM buat laptop saya -_____- Dalam hati saya udah panik, trus ini gue mau gimanaaaa? Allah memang baik sekali, mengantarkan kami ke toko yang baik hati.

"Saya sih menyarankan pakai yang tipenya. Yang ini. Harganya *tiit*"
oh meeeen, saya harus beli lagi? :(
"Harganya cuma nambah xribu doang. Yang tadi biar saya cancel."

Alhamdulillah. Terima Kasih, Ya Allah. Sudah mengantarkan saya dan Wheland ke toko yang baik hati ini. set set set diganti dan RAM pun ke-detect dan bisa berjalan dengan lancar. Urusan RAM sudah selesai. Pelajaran yang bisa diambil setelah ngobrol sama Wheland : datanglah ke toko yang bisa dibilang baru karena mereka masih "mencari pelanggan" jadi masih baik-baik orangnya wkwk.

Perjalanan berlanjut ke BIP buat numpang sholat. Selanjutnya ke McD (mekdi), makan bareng Wheland. Buka puasanya Wheland. Banyak ngobrol. Dan ini perjalanan kedua kami Baltos - BEC - BIP. Ehm. . . sudah saya bilang kan, tulisan ini membosankan wkwk.