Posts

Showing posts with the label sajak(?)

Lagi, Lagi, dan Lagi

Berkali-kali diri perlu diyakinkan

Diingatkan kembali

Bahwa Allah yang membawa ke sini

Bahwa Allah yang memberi semua ini

Maka Allah pasti sudah siapkan solusi

Apapun yang terjadi di kemudian hari

Sudah Allah atur

Sudah Allah takar

Karena Allah begitu peduli

Begitu lembut

Begitu pengasih

Allah pasti beri yang terbaik

Maka diri juga harus beri yang terbaik

Juga berbaik sangka

Dan tak pernah lupa

Lagi

Lagi

Dan lagi

Teruntuk Tuhan

Tuhan,
Terima kasih atas semua yang Kau beri
Atas teman-teman yang peduli
Atas orang-orang yang mau memahami
Atas kolega yang mendidik secara tak langsung
Atas segala kecukupan yang ada

Hidup ini ternyata anugerah
Kau beri aku kesempatan belajar
Bersenang-senang menikmati persahabatan
Berkesempatan berbakti pada orang tua
Menikmati menyenangkannya ekspresi cinta

Maka tolong maafkan aku
Yang hanya dengan sedikit cubitan-Mu sempat berputus asa
Yang hanya karena nila setitik
Terpikir rusak susu sebelanga

Padahal Engkau selalu ada
Sesungguhnya Allah selalu bersamamu di manapun kamu berada

Kelabu

Senja ini tak biasa. Bukan kemilau keemasan di langit yang menyapaku saat membuka pintu aula kerjaku. Hanya kelabu.

Sedikit rasa aneh di hatiku. Warnanya mungkin tak jauh berbeda dengan langit sore ini. Sebuah kekosongan, pikiranku mendeteksinya.

(Emperan) Bioskop Pertama

Ternyata sudah tiga tahun yang lalu
Pertama kali ke (emperan) bioskop denganmu
Duduk bersanding berdua denganmu
Seperti anak hilang
Menunggu hujan
Aku bahagia ada hujan sore itu
Membuat kunjungan (emperan) bioskop pertamaku jadi denganmu.

Bagaimana kabarmu?

Lari

Kembali
Rasanya aku ingin lari
Ingin menghindar dari semua ini

Aku hanya punya waktu sedikit lagi
Sembilan hari
Anggap saja dua hari terakhir aku sudah bisa "bebas", tinggal mencetak
Hanya tinggal seminggu

Lari memang buka pilihan yang tepat
Aku tahu itu
Tapi bagaimana caranya keluar dari sini?

Piye to piye?

Cinta

Tuhan,
Aku tak tahu cinta itu sebenarnya seperti apa
Aku tak tahu bagaimana aku harus mencintai
Pun aku tak tahu bagaimana keadaanku saat ini
Apakah aku sedang mencinta?

Tuhan,
Terkadang aku berpikir
Sudah keraskah hatiku?
Hingga tak dapat merasakan indahnya puisi
Hingga tak dapat merasakan indahnya alam
Hingga tak dapat terenyuh melihat kenyataan di luar sana
Hingga tak dapat merasakan kasih sayang yang datang padaku

Tuhan,
Dengan aku yang seperti ini,
Dengan keadaanku yang seperti ini,
Dengan sifat dan kelakuanku yang seperti ini,
Apakah aku termasuk sudah mencintaiMu?
Apakah aku termasuk orang yang Engkau cintai?
Ataukah aku sudah terlalu terjebak cinta yang lain?

桜

桜
Kawan, dapatkah kau membacanya?
Ah, biarlah
Tak akan kuberi tahu
Kutahu kau manusia modern
Ahaaa

桜 oh 桜

Kuingin melihatmu
Bukan hanya sekedar gambarmu
Kuingin melihatmu
In the real world

Indah tak terperikan
Bahkan kesempatan melihatmu hanya beberapa hari
Dalam setahun tentunya
Tak bisa kubayangkan
Betapa engkau ditunggu-tunggu

Yang kutahu,
Ah bukan, dalam imajinasiku
Musim semi adalah musim yang indah
Indah, segar, sejuk, hijau
Tapi kau memberikan warna yang berbeda
I love the pinkish white of you

Dalam imajinasiku, 桜

Bagian dari dirimu berjatuhan
Menambah keindahan musim semi
Dalam hanami
Kuterpesona olehmu

Dalam imajinasiku

Kau, 桜
Kau menjadi saksi bisu
Dalam hanami
Yang dalam imajinasiku
Kunikmati bersamanya (ehm)

Tapi, 桜

Ini masih dalam imajinasiku
Kapankah engkau menjadi nyata?
Untukku

Merindukanmu (?)

Kamu kenapa?
Kami bingung memikirkanmu
Hah. Kami?
Atau mungkin sebenarnya hanya aku?
Tapi tak bisa dipungkiri
Kami membutuhkanmu

Kami merindukanmu
Atau barangkali sebenarnya hanya aku?
Relativitas
Relativitas yang membuatku merindukanmu
Ah tidak
Itu sebenarnya hanya mirip seperti Hukum Newton saja
Hukum Kelembaman
"Benda yang mula-mula diam akan mempertahankan keadaan diamnya
dan benda yang mula-mula bergerak akan mempertahankan geraknya"

Beberapa waktu lalu
Tiba-tiba saja
Frekuensi interaksi kita meningkat
Kesempatan besar bagi kami untuk mengenalmu lebih dalam
Kesempatan besar bagi kita untuk melewati tantangan bersama
Tiba-tiba juga
Frekuensi itu turun drastis
Mendekati nol

Ya,
(kami) merindukanmu seperti hukum kelembaman

Khawatir
Apakah kamu sedang terjebak dalam emosi yang kian rumit?
Atau kamu sedang terjebak dalam labirin kehidupan?
Atau kami telah menyakitimu?
Atau kamu sedang kurang kerjaan dan berakhir mengerjai kami?

Kami mencarimu
Kami merindukanmu
Kami sangat berharap kita bisa bertemu
Dengan wajar
Dengan keadaan yang lebih baik
Dengan bahagia

Atau mungkinkah itu bukan kami?
Tapi hanya aku?
Entahlah