Posts

Showing posts with the label Kerja Praktik

How's next?

Finally, yesterday was the farewell of internship session 2 :(

As usual, there is withdrawal syndrome but not as much as the first one. Sedih sih. Kemarin kami harus memberesi perkakas-perkakas itu. And we forgot to take photo with our supervisor. Hiks.

one have been done. So what's next? How will you start your next concern?

1st day of KP - sesi 2

Konban wa! Minna-san, Ohisashiburi!

Today is my first day of summer internship. It's my second internship. This time I work together with juniors hahahaa. In the first day, I feel this will be better than before since the supervisor is just like a final project advisor hahahaa. I hope this will make a great experience.

Hai, sebentar lagi EE Days. Zoro-senpai juga promosi EE Days nih wkwkwk. Uuuuu~ Zoro-senpai ganteng banget.


TRus ini juga iseng ikutan. Lagi rame quiz ini. Hahahaaa hasilnyaaaa~ masih keren Zoro-senpai kaleee



KP | 08 Juli 2015

Post ini dimaksudkan untuk dipost Rabu, 8 Juli 2015. Namun saya hanya punya kuota tengah malam. Jadilah baru sekarang saya post.

Kemarin (Rabu) saya dan Fanny kembali ke LEN. Sebenarnya kami merencanakan akan ke sana Selasa tapi ternyata gagal. Fanny telat bangun. Tumben banget. Paling tidak tidak hanya saya yang pernah menggagalkan rencana untuk berangkat KP dengan alasan telat bangun hahahaa.

For the first time, kali ini saya ke LEN nebeng. Fanny menawarkan tebengan jadi saya mau saja. Kali ini dia benar-benar menyelamatkan kantong saya, totally, hihihi.

Agenda hari ini sangat singkat. Kami meminta tolong Pak Ridlo untuk mengisi lembar kendali yang diberikan prodi. Sekalian kami meminta evaluasi selama kami KP. Kami juga minta maaf, sekalian ini mau lebaran. Sekalian mengingatkan janjinya mengajak kami ke gedung C, tapi ternyata di gedung C produknya belum jadi. Kami dijanjikan nanti saat kami kembali untuk menyerahkan berkas kami akan diajak melihat-lihat ke gedung C. 

Beliau memberikan wejangan kepada kami agar mempertajam intuisi dan meningkatkan skill komunikasi. Yea, memang itu seperti menjadi kebutuhan dasar dalam kehidupan nyata. Obrolan berlanjut ke tugas akhir. Beliau memberikan wejangan agar kami jangan memilih sesuatu karena sesuatu itu susah atau ‘wah’ tapi “pilihlah sesuatu yang berguna,” begitu kata beliau. Kami yang tahu apa yang kami mau. Jadi apapun kami nantinya, beliau meminta kami untuk mau bekerja sama dengan bidang lain dan membuat sesuatu yang berguna, “ya intinya pada akhirnya berbakti pada Nusa dan Bangsa.” Entah bagaimana ceritanya pembicaraan beliau sampai ke wejangan kalau mau bikin produk, tentukan target pasar dan buat packaging yang sesuai dan menarik. Hihihi

KP | 06 Juli 2015

Hari ini sesuai perjanjian saya dan Fanny di hari Jumat kemarin, kami datang ke LEN. Apa yang harus kami kerjakan di hari Jumat kemarin, pagi tadi sudah selesai. Berangkatlah kami menemui Pak Ridlo. Akhirnya setelah selama ini miskomunikasi, kali ini kami menangkap dengan benar apa yang dijelaskan oleh Pak Ridlo. Buktinya kerjaan kami pagi tadi sudah cukup benar, hanya perlu revisi di beberapa bagian. Untuk bagian saya sendiri hanya diminta untuk membedakan port untuk masukan dari train route check yang lurus dan belok. Akhirnya kami mengerjakan kembali dan ba'da dzuhur tadi kami kembali melapor ke Pak Ridlo. Setelah dicek, ternyata sudah benar.

Akhirnyaaa selesai juga. Selanjutnya kami dibebaskan untuk membuat laporan atau mau belajar lagi. Jujur, di hati yang paling dalam, saya pengen ngerjain laporan tapi juga pengen belajar lagi. Gimana yaaa. Hahahaa tapi biar kompak sama Fanny, saya ngikut saja, bikin laporan hahahaa.

Ada pelajaran yang saya petik selama pengerjaan tugas yang terakhir ini. Hal yang mudah, mudah banget malah, akan lama terselesaikan jika orang-orang yang terlibat belum sepaham. Dan perlu mengurangi "ketidakenakan" bertanya untuk membuat semuanya sepaham.

Awalnya kami tadi mau pamitan sama Pak Ridlo. Kami merasa mungkin hari ini adalah hari terakhir kami masuk kantor sebelum lebaran. Namun ternyata kami besok harus kembali untuk menyerahkan lembar kendali yang harus diisi pembimbing. Jadi kami putuskan besok saja hahahaa. Sekalian kami mau menagih janji Pak Ridlo untuk mengajak kami jalan-jalan ke Gedung C untuk melihat proses produksi. Barangkali beliau mau menepatinya walaupun persyaratannya (syaratnya  kami berenam fullteam) mungkin tidak terpenuhi hahahaa.

KP | 04 Juli 2015

Kemarin saya sama Fanny masuk KP lagi setelah rencana hari sebelumnya saya gagalkan karena saya kesiangan. Sebenarnya sudah dua kali saya menggagalkan rencana kami untuk masuk KP gara-gara kesiangan dan satu kali lagi nyaris saya gagalkan dengan alasan yang sama tapi karena Fanny waktu itu udah berangkat, saya jadi berangkat juga walaupun waktu itu setengah 11 baru sampai gedung diklat hihihi.

Akhirnya tugas yang diberikan kepada kami kemarin "selesai", menurut versi kami. Kami nyaris pulang karena Pak Ridlo mengabarkan bahwa beliau tidak datang ke kantor. Daripada ga ada kerjaan jadi jam setengah 2 kami putuskan untuk pulang. Eh ternyata kami dapati Pak Ridlo di mejanya.

"Gimana gimana" Seperti biasa, kata pertama yang keluar dari Pak Ridlo setiap kami menemui beliau.
"Lhoh, Pak, katanya ga masuk"
"Saya berubah pikiran."

Akhirnya kami melaporkan hasil kerja kami. Dan jeng jeeeeng apa yang kami kerjakan belum sesuai dengan yang diinginkan. Akhirnya untuk kesekian kalinya Pak Ridlo menjelaskan kepada kami. Dan kami memutuskan untuk memperbaikinya, mengerjakannya lagi di kantor, ga jadi pulang. Hohooo, mungkin selama ini kami belum menemukan metode yang tepat untuk memahami penjelasan Pak Ridlo atau mungkin Pak Ridlo belum menemukan metode yang tepat untuk menjelaskan dengan jelas kepada kami. Bisa jadi keduanya.

KP Week-4

Ditulis Kamis, 18 Juni 2015

Terakhir kali cerita tentang KP adalah KP di hari pertama banget, dengan pengalaman yang konyol dan tugas pertama adalah mengganti variabel. Tugas pertama ini selesai sebelum deadline namun proses selanjutnya yang molor-molor membuat terasa sama saja hahah.

Setelah tugas pertama itu ternyata kami ber-6 (Alin, Kwo, Jefery, Fanny, Husna dan saya) diberi tahu oleh pembimbing kami, Pak Ridlo kalau selanjutnya kami akan dibagi menjadi tiga tim dengan topik yang berbeda (ini dikasih tahu sejak hari rabu entah tanggal berapa). Berhubung sepertinya kami kurang care satu sama lain, et dah, untuk empat orang yang bermasalah (termasuk saya) baru bisa memutuskan sekelompok sama siapa dan mau ambil topik yang mana di hari selasa. Iya. Kami perlu waktu enam hari untuk menentukan kelompok dan topik. Mungkin bagi orang-orang yang lain it's such an easy small thing. But I think, it's not for us hahah.

Saya sama Fanny ambil bagian pemisahan bagian simulator rel kereta api menjadi bagian server dan client. Progress saya sangat lambat. Saya katakan progress saya karena selama hari terbentuknya kelompok hingga hari jumat di minggu yang sama, saya cuma baru nginstall Visual Basic 6. No more or less hahah (i know it's not something to be proud of).

Sempat bingung dengan penjelasan pembimbing. Maklum, saya belum ngerti banyak tentang beginian, selain itu sepertinya pembimbing kami mengira (paling tidak) kami sudah tahu atau mengerti tentang apa yang sebenarnya kami kerjakan. mungkin fanny mengerti sejak awal, tetapi saya perlu waktu yang lebih untuk mengerti.

Karena bingung apa yang harus kami lakukan, kami memutuskan hari ini kami harus masuk, ketemu pembimbing. As I had predicted, the first word came out from Mr. Ridlo was "Gimana? Gimana?". Saya ceritakan apa yang sudah saya lakukan.

"Kemarin kan bapak minta saya untuk mencoba nge-print variabel yang vital kan, sudah saya lakukan, tapi saya buat dari file yang nonvital"

"Lhoh, kenapa yang itu? yang vital kenapa?"

"Kan yang vital ga bisa, Pak. Ada error gitu"

"Coba saya lihat"


Akhirnya program itu di-otak-atik sama bapaknya. Trus tiba-tiba error hilang. Hah?

"Trus ini sudah pak? gini doang? sudah selesai?"

"Sebenarnya dulu sudah ada yang mencoba buat, tapi gagal gitu"


Otak saya berontak. Saya belum ngapa-ngapain. Dan yang menyelesaikan pembimbing. Trus aku KP ngapain? kalau bisa disolve cuma dalam beberapa menit kenapa ga dari dulu dibenerin coba? Pokoknya sebagian besar waktu tadi otak saya berontak.

Akhirnya kami diminta untuk mencoba apakah hubungan client-server ini sudah jalan atau belum. Karena waktu yang terbatas, akhirnya kami diminta nyoba esok hari saja.

Karena mungkin pemberontakan otak saya tercurahkan pada mimik wajah saya, sepertinya pembimbing kami menangkap sinyal-sinyal pemberontakan itu. Hahahaaa

Saya memberanikan diri, "Pak, ini beneran udah selesai?"

"Ya kalau dicoba udah bisa, yaudah"

"Tapi rasanya kami belum ngapa-ngapain, Pak"


Mungkin kalimat terakhir saya memberikan kesan ambis hahah. Akhirnya pembimbing kami menawarkan topik baru. Dan kami sepertinya berencana untuk mengambilnya hahaaa. Semoga saja selanjutnya makin dilancarkan. Semoga saja kerja praktik ini nanti seperti yang diharapkan.

Berangkat KP Naik Bus


Ditulis Kamis, 18 Juni 2015

Entah hari ini sudah KP day keberapa. Yang jelas sekarang sudah masuk week-4. Maklum, Saya dapat pembimbing yang memberikan "kebebasan" masuk KP. Beliau hanya bilang minimal datang seminggu sekali dan tiap minggu ada progress report. Yang penting kerjaan selesai. Namun justru kebebasan itu membuat teman-teman sepembimbing saya menjadi jarang berangkat KP. Malah ada yang benar-benar datang sekali dalam seminggu.

Dengan insiden "pengusiran" kami dari ruangan yang kami huni selama KP hingga minggu kedua, membuat kami menjadi tak punya "tempat kerja" dan membuat semakin mager buat berangkat (itu yang saya alami sih). Alasan "pengusiran"nya : anak-anak KP yang lain aja di luar, bareng sama pekerja yang lain, kami kok dapat ruangan sendiri, ber-AC lagi.

Saya yang sebelumnya berniat tiap hari harus datang KP entah ada kerjaan atau ga pun jadi mager juga buat berangkat solnya ya bingung juga "kluntrang-kluntrung" dewean. Bingung mau ngerjain di mana.

Hari ini rekor datang pagi buat KP. Pukul 06:57 sudah sampai di Area kantor hahah. Bahkan gedung diklat pun masih tutup saat itu hahah. Sepanjang sejarah KP hingga saat ini, inilah waktu datang paling pagi, mengalahkan rekor sebelumnya yaitu 07:20

Sengaja berangkat lebih pagi karena pengen nyobain rasanya naik bus buat berangkat itu gimana. Sebenernya  karena merasa naik bus lebih murah sih :D Sebenarnya pengennya naik bus Damri Dipati Ukur-Jatinangor eh tapi ternyata yang datang duluan bus Damri Diapti Ukur - Leuwi Panjang. Yasudah naik saja.

Bus yang ini enak. Sudah lama saya pengen naik bus ini hahaa it looks good and comfortable from outside. Tapi di dalam memang bagus dan nyaman kok. Penataan tempat duduk di bus ini berbeda dengan bus yang selama ini saya tumpangi (makanya saya pengen naik bus ini). Tempat duduk ditata seperti pada kereta di luar negeri. Kalau di sini mah mirip angkot, cuma kalau bus space nya lebih besar haha. Dengan penataan tempat yang demikian memberikan kesan longgar di dalam bus sehingga terasa lebih nyaman. Selain itu tata ruan ini memberikan sisa ruang di tengah yang bisa diisi oleh orang yang berdiri (makanya ada pegangan tangannya). Tapi selama dua kali saya naik bus ini (tadi dan hari Jum'at yang lalu) saya belum menemukan kasus kursi penuh hahaaa. But I think it's more efficient. Bisa ngangkut lebih banyak orang sekaligus lebih nyaman hahaaa. Kelemahannya, kalau belum terbiasa dengan posisi duduk yang menghadap pinggir jalan, rasanya pusing juga hahahaaa

 (kurang lebih beginilah bagian dalamnya. sumber : internet)

Ada slogan beserta icon-nya yang cukup eye-catching tertempel pada kaca bagian luar "AYO NAIK BUS! BIAR NGGAK BIKIN MACET". Good isn't it? Mereka mengajak orang-orang untuk mengurangi macet. Menurut saya ini sebuah langkah yang bagus (membuat angkutan umum lebih nyaman). Karena menurut saya nyaman menjadi salah satu pertimbangan orang untuk memilih hahahaa.




(ini slogan yang eye-catching itu)

Untuk saat ini mungkin pengaruhnya belum terlalu terasa karena ya memang selain orang-orang yang belum berinisiatif juga jumlah angkutan umum (khususnya bus) masih sedikit (ya kali, sekarang yang masih dikit aja masih longgar begitu :D). Tapi saya yakin seiring berjalannya waktu, angkutan umum akan berevolusi menjadi semakin bagus, keren dan termanfaatkan dengan baik.

The First day of KP


Hahahaaa hari ini hari pertama saya kerja praktik lhoo. Mulainya lebih telat daripada teman-teman saya yang lain yang KP di tempat yang sama. Alasan yang cukup konyol : salah masukin tanggal di proposal. Kirain hari senin itu tanggal 26 Mei. Ternyataaaa ~

Ehm. Saya KP di PT Len Industri.

Karena hari pertama jadi saya mau memberikan yang terbaik. Beberapa hari yang lalu saya sempat menginap di rumah teman saya. Kebetulan papanya kerja di LEN. Saya mendapatkan info kalau di LEN itu masuknya jam SETENGAH 8 PAGI. Bangunlah saya lebih pagi daripada biasanya walaupun itu sebenernya juga kesiangan. Baru berangkat 6:21. Tak sempat sarapan. Untung saja di angkot ketemu bapak-bapak yang jualan jajanan gitu. Saya beli deh. Emmm sebenarnya rada terpaksa sih. Maklum lagi bokek.

Iya. Saya naik angkot. 3 KALI. Sebenarnya kalau tiap hari ngangkot tekor juga sih kantong ini. Hahahaaa.

Berbekal informasi dari salah satu teman, informasi saya harus kemana dulu, akhirnya saya menuju bagian diklat terlebih dahulu (walaupun sebelumnya tetep Tanya-tanya sama pak satpam dan sempet tanya ke mbak-mbak receptionist). Lumayan juga sih nunggu. Lha wong pembimbingku belum datang. Katanya sih pembimbingku pak Husnan. Tapi . . . Pas ketemu Pak Husnan saya diserahkan ke Pak Ridlo. Emmmm yasudah. lanjut.

Setelah diberi penjelasan ini itu, peraturan ini itu dan menunggu sekitar satu jam akhirnya saya diantar sama adik-adik (sebenernya lebih enak nyebutnya mas-mas, tapi apa boleh buat, gue lebih tua :D) anak SMK yang lagi PKL di Len. Saya dianter ke gedung tempat divisi saya ditempatkan. Pustekin.

Dititipin dulu di ruang anak2 KP. Ketemu Kwo sama Jefery. Akhirnya pak Husnan datang. Ditanyain mau di bagian mana.
“Emm kemarin saya sih di proposal menyebutkan di bagian perkereta-apian begitu, pak.”
“Ooh lalu mau concern ke yang mana. Software atau embedded?”
Bodohnya gue kurang begitu memahami apa itu embedded. Di kepala saya embedded itu saya bikin IC yang isinya transistor-transistor dan lalalaaa. Pokoknya Elka banget deh dan itu bukan selera saya banget. Akhirnya saya memilih di bagian software.

Sepulang dari KP mampir ke kosan Rahmi buat pinjem duit *heheh sekalian cerita. Daaaan . . .
“Aku tadi disuruh milih gitu, mi. Mau embedded atau software. Aku milih software aja. Tapi masih rada kurang sreg gitu sih sama bidangnya. Abis koding banget.”
“Hah? Kan Embedded kayak sismik, Nal. Lanjutannya sismik kan embedded. Kenapa kamu ga milih itu cobaaa.”
Hah? Tweeeeng. Yasudah jalani saja.

Salah besar saya memutuskan untuk tidak membawa bekal hari ini. Saya pikir karena ini hari pertama, So it would just be an introduction to some rules, greeted by my mentor. Yea intinya saya pikir bakal Cuma pengenalan-pengenalan, pengakraban doang. Eeeeeeh, hari ini ternyata langsung action.

Kerjaan pertama : GANTI VARIABEL PROGRAM.
Kerjaan yang remeh-temeh memang hahaaa. Tapi kalau line-nya sampai sampek 7ribuan (total file 4. Ada yg lebih dari 10rb line cobaaaa) ya mabok juga. Ga bisa seenaknya replace lagi. Hahahaaa. Kami diberikan waktu dua minggu untuk mengganti variable dan memastikan dengan variable-variabel itu software simulasinya mau jalan.

Saya masih ga kebayang nanti KP isinya bakal ngapain aja. Saya ga mau, ga mau bangeeet kalau KP saya cuma ganti variable program. Ya walaupun itu nguli dan butuh banyak tenaga tapi kalau begitu saja lalu apa bedanya saya dengan anak yang baru belajar komputer? Hahaaa

Pengalaman hari pertama : SALAH MASUK TOILET
Ini bener-bener kejadian memalukan. Memalukan sekali. Sebenernya bukan saya yang salah sih. Orang saya masuk toilet wanita. Posisi toiletnya saja yang “salah”.

Adzan memanggil. Saya dan teman-teman yang muslim turun untuk ke masjid buat sholat. Awalnya saya ngikut teman-teman saya yang kebetulan cowo semua. Trus saya tanya
“bentar. Ini jalan masuk buat cowo kan? Buat cewe lewat mana? Wudhunya dimana?”
“gatau sih, Nal. Tapi di sebelah situ ada toilet cewe kok”
“Oh ..”
Tapi akhirnya saya putar balik. Malu. Tapi akhirnya saya tanya bapak-bapak. Kayaknya bapak-bapak ini juga kurang tau kali ya hahaa.
 Beliau tau tempat sholat cewe tapi ngasih tau juga kalau di situ (di tempat yang ditunjukin temen saya tadi) ada toilet cewe. Oke saya percaya. Saya masuk toilet.

Heran.
“Kok ini toilet sepi banget dah.”
“Kok baunya aneh ya. Kayaknya kalau toilet cewe ga sebau ini.”
“Ga ada tempat wudhu lagi. Adanya wastafel. Apa wudhu di wastafel aja yaa. Yaudah deh.”

Untung saja saya belum ngapa-ngapain. Cuma nglipet lengan baju. Tiba-tiba aja ada cowo masuk tapi ga jadi karena saya lagi di dalem. Ga cuma sekali tapi sampe dua kali. Sampe2 terdengar suara dari sebelah (toilet cowo) : “Di dalem ada ibu-ibu”. Wah berarti ada beberapa orang lagi yang mau masuk toilet cewe. Gue dikira ibu-ibu lagi -___- Buseeeet. Jadi ini toilet cewe biasanya dipakai para cowo. Oh meeen pantesan perasaan gue ga enak. Akhirnya saya putuskan. Saya ga jadi wudhu di situ. SAYA HARUS CEPAT-CEPAT KELUAR dan menahan malu.

Sebel bangeet rasanya. Etdah itu entah itu bapak-bapak atau masih mas-mas. Tapi itu toilet cewe gituuuuu.

Keluar dari sana (sumpah rasanya malu banget) ketemu Adit. (Maaf ya, tapi karena saya mengira Adit muslim) asal saja saya tanya.
“Dit, tau tempat wudhu cewe ga? Duh di toilet sana cowonya masuk toilet cewe coba.” 
Tentunya dengan gaya saya yang lagi sebel dan semi menahan malu. Dia ga tau. Taunya di lantai tempat kami KP tadi ada mushola kecil gitu. Oke saya mau sholat di sana saja.

Tapi di tengah jalan saya ketemu ibu-ibu dan minta tolong dikasih tau tempat wudhu sekalian tempat sholat. Saya terselamatkan. Tapi ya tetep saja di di masjid tiap liat cowo rasanya masih malu banget. Kepikiran gimana kalau tadi mereka liat gue keluar dari toilet cewe yang di sebelah tadi. Tapi yasudahlah. Mau tak mau toh saya harus berjalan melewati mereka menuju gedung tempat saya KP tadi.

Kembali lagi pada kerjaan. Tapi lebih ga fokus lagi. Udah capek kali yaaa. Ternyata kerja itu capek ya. Apalagi kalau kerjaannya cuma ngganti variable gini pasti bosen banget. Ga kebayang kalau ini semua yang ngerjain bapak pembimbingku itu sendirian. Mabok pasti.

Kekonyolan (lagi) di hari pertama : SALAH ARAH
Adzan Ashar akhirnya berkumandang. Saatnya sholat. Saya mau mencoba musholla yang dikatakan adit tadi. Saya ke sana. Kecil. Cuma muat buat 3-4 orang. Sajadah sudah tertata. Saya mengambil posisi dengan sajadah itu landscape. Sudah rokaat kedua dan tiba-tiba saya kepikiran (kok kepikiran ya).

“kok sajadahnya dibikin begini ya? Kenapa buat imam sajadahnya juga posisi landscape? Kalau makmum cowonya satu ga masalah sih. Nah kalau lebih dari satu?”
“Lagian itu kenapa tempat mukena ada di depan ya. Bukannya biasanya kalau ga di samping ya di belakang?”

Saya ragu akan posisi sholat saya. Saya batalkan. Dan saya menyadari ternyata di atap ada penunjuk arah kiblat. Dan memang saya salah arah. Hahahaaa.

Hari pertama ini konyol sekali lah. Semoga untuk selanjutnya saya menjadi semakin baik, semakin ikhlas dan menikmati apa yang saya kerjakan dan semoga diberikan kelancaran untuk kerja praktik ini. Semangaaaat^^

Masih saja jadi Galauer

Hari gini, masih saja galau. Haha yaudah lah yaaa. Galau kan tak selalu salah. Ah pembelaan hahahaa. Ingat zaman TPB dulu. Zaman masih menjadi peserta PLE, pas PLE funday. Di pos di lapangan SR, ada mas-mas yang mengatakan "Galau itu perlu, asalkan galau yang bener." Nah, loh, tuh kan, galau itu boleh asalkan yang bener. Saya merasa galau saya ini bener kok. Lhoh hahaha.

Kemarin saya dan keenam teman saya mengunjungi PT Dirgantara Indonesia. Ceritanya kami kemarin inigin melamar kerja praktik. Hehehe. Masih harus menunggu sambil sholat dan dilanjutkan duduk santai karena ternyata pas kami sampai di sana pas jam istirahat. Hahahaaa harus menunggu satu jam.

Akhirnya setelah dari mbak-mbak respsionis, kami bertujuh pergi ke bagian training canter dan kemudian kami diminta untuk ke gedung kantor bagian IT. Wuuuu sepi. Iya sepi. Hanya satu kantor yang kami kunjungi yang tidak sepi.

Kami memasuki beberapa bagian. Pertama bagian lupa namanya intinya lebih mendalam tentang software, sedang ada proyek pembuatan simulator. Hohohoho. tak tahu terlalu banyak karena manajernya masih rapat.

Kedua, kami mengunjungi bagian rancang bangun dan bla bla bla. Manajernya juga mau rapat jadi kami tak berbicara terlalu banyak. Kami malah dimintake bagian sebelah.

Ternyata itu adalah bagian sistem analisis. Lagi-lagi manajernya juga sedang rapat. Wooow. Akhirnya kami memutuskan untuk menunggu. Sekian lama akhirnya bapaknya bisa ditemui. Orang yang sepertinya seru. Kami kemudian ditinggal sholat dulu sebelum penjelasan lebih lanjut. Dalam penjelasan beliau dijelaskan bagian-bagian yang ada di sistem analisis itu dan tiba-tiba kami ditanyai tertarik ke mana. Ya kali, mana bisa kami memutuskan secapat iru.

Saya pun diterpa kegalauan. Bingung suka yang mana. Belum kebayang nanti KP nya bakal ngapain. Gabut atau ga. Supervisornya gimana. Yang flight control sudah diisi lagi. Aduh banyak yang terlalu saya permasalahkan.

Sampai saat ini juga masih bingung memilih apa.

Insyaallah nanti bisa belajar di sana

Di liburan semester ini saya harus kerja praktik. Beberapa perusahaan yang terpikir untuk di-apply-in sudah di-list. Ada satu yang masih saya beri tanda tanya. Tapi justru pada akhirnya hati saya memilih itu. Lentera Angin Nusantara. Saya ingin KP di sana.

Semakin saya pikirkan saya semakin pengen ke sana. Saya mau belajar. Bukan hanya belajar yang berhubungan dengan akademik, tetapi juga belajar kehidupan, mencari teman dan menambah semangat untuk bersama membangun negeri ini. Ceileh. Hahaha iya lho, i think people will have more spirits when they found others who have a same dream. Iya, itu juga terjadi pada saya, berhubungan dengan impian saya untuk kuliah ke Jepang.

Kemarin-kemarin saya masih galau. Hati sih sudah menemukan pilihannya tetapi masih terbayang-bayang apakah keinginan hati ini akan direstui oleh pak kaprodi. Akhirya dua hari yang lalu, sore hari, saya memberanikan diri meng-email bapak kaprodi, mari kita sebut pak Ichu, menanyakan apakah jika kp di pilihan hati saya bisa dianggap kp oleh prodi. Itu pun saya tak tahu apakah itu email yang aktif atau tidak.

Tidak dibalas.

Sebelum tidur saya terpikir untuk menanyakan kepada pak Ichu secara langsung esok harinya. Kebetulan kemarin pagi saya kuliah Sistem Instrumentasi dan saya masuk kelas pak Ichu. Sehabis kelas, saya kumpulkan keberanian saya untuk bertanya. Pertanyaan yang sama dengan e-mail saya sore sehari sebelumnya. Apakah kalau saya kp di Lentera Angin Nusantara yang dipimpin pak Ricky Elson bisa dianggap kp. Jawabannya tidak. Alasannya : yang diharapkan itu ada organisasinya. Saya belum menanyakan dan menjelaskan sedetil-detilnya. Saya harus masuk kelas selajutnya.

Rasanya sama seperti mendapat kabar dari pak Olak yang secara tak langsung menyarankan saya untuk membatalkan niat untuk apply YSEP, kawan.

Sepanjang siang hingga malam kemarin saya dibingungkan. Efek samping dari jawaban "tidak" yang keluar dari seorang bapak kaprodi dengan belum melakukan usaha untuk memperjelasnya. Saya sudah menuliskan dalam buku special saya, salah satu yang ingin saya lakukan dalam semester ini hingga sebelum masuk semester sebelumnya adalah kerja praktik di Lentera Angin Nusantara. Ditambah lagi saya belum menemukan tambatan hati yang lain untuk KP :D.

Masih ada niat untuk memperjuangkannya. Saya merasa masih ada yang bisa diperjuangkan. Ditambah lagi jawaban dari Ricky Elson, pernyataan bahwa di sana sebenarnya sudah perusahaan. Ya. Saya masih ingin mencoba memperjuangkannya. Tetapi, tetapi, mungkin kalian sudah tahu bahwa manusia seringkali terjebak dalam pusaran kebingungan lantaran pikiran-pikiran negatif yang muncul mengganggu kejernihan dan ketenangan pikiran. Terkadang manusia terlalu lama terjebak dalam turbulensi pikiran-pikiran negatifnya dan tak menemukan titik pemecahan masalah karena pergerkannnya ya hanya berputar, kembali ke titik awal. Padahal bisa jadi pemecahan masalahnya hanya semudah membalikkan telapak tangan.

Oke. Kembali ke topik. Pada akhirnya saya menanyakan di grup line jurusan saya. Menanyakan barangkali ada yang punya nomor hp bapak kaprodi. Ga ada yang memberikan respon yang diharapkan. Terpikir : Buset, gue sebegitu ansosnya sampek pertanyaan itu ga ada yang ngejawab. Saya berusaha menginsepsi pikiran saya bahwa memang tak ada siapapun diantara teman-teman yang punya kontak bapak kaprodi termasuk anak walinya.

Akhirnya kemarin daripada terlalu muluk antara memikirkan bagaimana cara memperjuangkannya atau mencari tambatan hati yang lain dan belajar di sana nanti saja, atau malah tugas akhir di sana, saya malah melarikan diri membaca novel. Membiarkan pikiran saya rileks dulu. Barulah sebelum tidur saya memikirkan itu kembali. Saya berdoa agar segera diberikan petunjuk. Akhirnya tiba-tiba saja saat bangun hati saya seolah menemukan pilihan cadangan : mungkin saya bisa apply KP di PT DI. Sepertinya di sana juga seru. Nanti semoga disediakan waktu untuk belajar di tempat yang sebelumnya. Bukan berarti itu fix. Saya masih ingin memperjuangkan keinginan saya, yang sudah saya tuliskan tempo hari. Akhirnya selesai kuliah pagi ini, sebelum saya menuliskan tulisan ini, saya sudah bilang ke teman untuk nebeng buat dibikinin surat buat minta rekomendasi KP ke PT DI dan saya juga memberanikan diri meng-email kembali bapak kaprodi. Semoga saja itu email yang aktif dan serinig dibuka. Balasannya? Masih Allah yang tahu