Posts

Showing posts with the label KIT

Engca Story (3)

Hari kedelapan, 15 Juni 2017. Pas saya dateng, engca sudah ramai dan terlihat sibuk dan sangat serius. everyone is doing their tasks. Ini sih salah satu hal ga enak yang saya rasain di sini. Tugasnya itu ngumpul di belakang. Dulu di ITB kayaknya juga gitu deh, Nal? Iya gitu? Kayaknya ga se-mepet gini juga deh. 

Di sana tadi sudah ada Iver, Tim, Dervish (saya nulis namanya bener ga ya?), Cheolhun (ini orang kayaknya rajin banget dateng pagi), Jiha, Taemin, satu lagi ga tahu namanya, satu lagi lupa namanya *maaf* yang sudah sibuk dengan kegiatan masing-masing. Dervish keliatan banget muka capeknya. Dia bilang pas di kelas Etika Bisnis bahwa dia ada deadline paper hari Jumat ini. Orang-orang di sini pada sibuk, nah saya? Lu sih, Nal, ngambil kelas dikit doang. Gabut yang kurang bermanfaat kan jadinya. Yasudahlah.

Hal berguna yang saya lakukan selama satu jam nunggu engca adalah bantuin Taemin latihan ngobrol. Dia mau ujian speaking gitu. Itu ujian bukan ya namanya? Pokoknya ada tes gitu lah. Ngobrol suatu topik sama pengujinya selama 10 menit. Dia milih topik most memorable experience. Dia cerita tentang pengalamannya ke Barcelona.

Ngomong-ngomong, kayaknya orang-orang di engca itu kebanyakan udah pernah ke luar negeri. Saya jadi mikir, kayaknya mereka orang-orang yang standing out gitu deh di kampus sini. Terlihat jadi orang-orang keren gitu bagi sekitarnya. Kalau yang ini hanya imajinasi saya sih. Baguslah, tanpa saya sadari, saya berada di lingkungan orang-orang keren. Barangkali saya juga bisa ketularan keren at least sekeren mereka. Definisi kerennya bukan pernah ke luar negeri sih, tapi menurut saya, kampus ga bakal milih sembarang orang buat dibiayai "main-main" di luar sana. Lagipula, lihat gimana mereka ngerjain tugas-tugasnya, gimana proyek mereka, saya yakin, mereka orang keren. Ga kayak saya yang masih cupaks.

Engca Story (2)

Hari Kelima

Hari kelima jatuh di pada tanggal 09 Juni 2017. Hal paling berkesan di hari kelima adalah bertemu "orang baru". Namanya Mark, orang Filipina. Kesan pertama saya terhadap Mark adalah serem. Iya, serem. Dia kata-katanya agaknya langsung cas-cus, jlab-jleb gitu. Saya sebagai orang yang sensitif takutlah jadinya. BTW dia orang pinter. Dia masuk kuliah S1 di sini pas umur 15 tahun. Trus sekarang dia bilang, dia udah capek belajar, pengen segera selesai. Nanti abis ini mau kerja walaupun keluarganya hampir semua ngerih-ngerih buat lanjut studi. Trus waktu itu dia bilang dia masih buanyak proyek yang harus diselesaikan, sekitar 30-an proyek. BUSEEEEET. Ampun deh ampun.


ini yang namanya Mark

Trus ada yang special lagi di hari Jumat. Hari itu pertama kalinya ada yang minta kopi ke saya. Hahaaa ada dramanya juga sih soalnya kopi di engca tinggal black coffee alias kopi pait, ada gula sih, tapi ga ada sendok buat ngaduk, air buat bikin kopinya belum diisi ulang. Lu doang deh, Nal, yang bikin ini jadi drama.

Mereka yang minta kopi. Saya lupa nama mereka. Cuma inget satu, cowo berbaju krem namanya kalau ga salah Lee Daeho

Hari Keenam

Senin, 12 Juni. Nothing special. Literally. Maklum nunggu engca jam 10-12am memang biasanya sepi.

ga sepi-sepi amat sih, cuma pada sibuk semua

Hari Ketujuh

Selasa, 13 Juni. Saya seneng-seneng gimana gitu, ada orang yang memperlakukan saya secara spesial. Spesialnya gini. Ada orang namanya Jae Yeong. Nah, dari pertama ketemu sampek sekarang, dia selalu nglakuin .... "Thbpbpthpt" tiap ketemu saya. Duh gimana nulisnya ya. Yang kayak gambar ini lho, tapi lidahnya ga keluar.


Dan semua itu karena pertama kali saya ketemu dia, dia diminta Liyana berkali-kali nyebut nama saya sampek bener. Maklum, kebanyakan orang korea kalau nyebut nama saya jadi "Nara", bukan Nala. Banyak orang korea heran gitu pas pertama kali denger nama saya, "nara?" "nara?" Hahaaa semua itu karena "nara" adalah sebuah kata dalam bahasa korea, artinya "negara". Makanya kalau saya bilang "Jae ireumeun Nala imnida,"  kemungkinan mereka nangkepnya, "nama saya negara."

Yaaa gitu deh, nama saya unik juga yak. Ada Empu Nala yang saya pernah nemu di buku IPS SD Kelas 5 (lupa itu siapa). Ada tokoh singa cewe namanya Nala di kartun Simba. Trus ada juga Nala Gareng (kalau googling "gareng", kemungkinan besar bakal muncul link ke Wikipedia dan disana disebut, nama aslinya Nala Gareng) -_- Gapapa, walaupun Gareng kedengeran agak ndeso, tokoh ini perangainya baik kok. Tokoh wayang asli Indonesia lagi. Trus ada juga di tembang sulukan yang dinyanyiin Pak Bram, sering saya denger lirik yang mengandung kata "nala", artinya hati. Trus ada juga Nala sebagai salah satu tokoh di kepercayaan hindu, entah kepercayaan hindu daerah mana. Trus nemu juga di google, ada Dinasti Nala yang pernah ada di India sana.

Tapi nama saya itu Nala dari bahasa arab loh. Itu fi'il maadhi (kata kerja bentuk lampau), artinya mendapatkan. Jadi, kira-kira nama lengkap saya itu artinya, orang yang mendapatkan kebaikan. Kok jadi ngomongin nama sih -_-

Jadi deh dia latihan ngucapin "L" berkali-kali dan berakhir ber-thbpbpthpt ria tiap ketemu saya. Awalnya saya pikir dia ngledek lho. Tapi saat ini malah saya menganggap itu sebagai tanda bahwa saya unik dan itu semacam "ungkapan sayang" atau mungkin "penanda pertemanan" buat saya wkwk. Dan tentunya membuat saya berpikir itu sebagai tanda bahwa Jae Yeong menganggap saya sebagai teman yang lebih dari sekedar tahu nama doang. Ada keinginan untuk menjadi teman baik yang saya tangkap dari thbpbpthpt itu.

Engca Story

Hari Ketiga

05 Juni 2017, saya kerja lagi di engca, pukul 10-12 am. Nothing special sebenernya. Kali ini, saya beneran datang paling pertama karena jadwal jaga saya di jam awal buka engca. Hari itu saya baru sadar lagi, ruangan-ruangan di kampus sini kebanyakan ga pernah dikunci. Ruang kelas netpro, bisa dipakai 24 jam, perpustakaan yang tempat belajar gitu bisa dipakai 24 jam juga kata Miji, teman sekamar saya. Trus saya juga baru sadar kemarin itu kalau kampus ini menyediakan ruang-ruang diskusi yang bisa dipakai mahasiswa buat belajar bareng. Sepertinya juga bisa dipakai 24 jam asalkan reservasi dulu. Kalau di ITB ruangan-ruangan kayak gitu dimana ya? Kayaknya yang bisa 24 jam cuma ruangan buat ngerjain TA. Itu pun penghuninya jelas "tetap". Ah sayang sekali di ITB ga 24 jam kayak dulu.

BTW setelah lihat instastories temen, ternyata walaupun kampus itu kelihatan sepi, orang-orangnya pada di dalam ruangan semua gitu. Kemarin pas weekend, ruangan belajar di perpus penuh. Ngambis tenan to di akhir-akhir kuliah. Nah lu gimana, Nal?

Hari itu, saya kenalan properly sama Gio. Dia ketawa pas saya bilang kalau pertama kali saya lihat dia, saya kira dia orang Jepang. Hahaha trus apa lagi ya di hari ketiga? Saya lupa.

Hari Keempat

Hari keempat, 08 Juni 2017, jaga jam 10-11am saja. Jadwal saya yang satunya diisi Joha yang mau payback minggu lalu saya nggantiin dia dua jam. Seperti biasa, jam-jam awal itu sepi. Tadi cuma ada Jiha. Akhirnya ngobrol dikit dengan dia. Datar. Yea. Itu kesan pertama saya buat dia.

Sebenernya sih, saya in the middle of project gitu. Tadi mau minta Jiha dan Cheolhun untuk berpartisipasi membantu proyek saya but unfortunately mereka menolak wkwk. Yaudah deh. Objek target proyek, maaf ya kalau nanti hasilnya ga maksimal. Saya masih cupu minta-mintanya. Yaampun ini proyek apaan sih kok minta-minta -____-


Getting Along with Everyone

Assalaamu'alaikum!

Tak terasa, tinggal tiga minggu lagi saya numpang di sini. Masih ada beberapa tugas akhir mata kuliah yang belum dikerjakan. Masih belum masuk minggu-minggu uas sih. Time flies so fast. Kok jadi tiba-tiba gini sih.

Ngomong-ngomong, Umi, mantan teman sekamar saya, sudah berangkat ke Maluku. Semoga barokah apa yang dia lakukan. InsyaAllah we will meet next time, Um. Sekarang juga saya sudah kangen dia. Sudah lima bulan tak bersua. Terakhir bertemu pun hanya pertemuan singkat di minggu awal Januari.

Saya pernah bilang, saya punya target getting along with everyone di bulan terakhir saya di sini. Tampaknya Allah mendukung keinginan saya ini. Setelah saya menulis blog yang mengandung keinginan itu, tiba-tiba manajer English Cafe (selanjutnya mari sebut saja engca) menghubungi saya, Taehun namanya. Dia menanyakan apakah saya bisa dan mau bekerja di engca. Saya kaget tetiba mendapatkan pesan seperti itu. Padahal sebelumnya saya pernah ngobrol dengan Liyana, teman dari Malaysia, bahwa Taehun karena sesuatu hal tak mau menghire Indonesian lagi. Dan saya pun tak pernah secara langsung meminta pada Taehun untuk dipekerjakan di engca. Pernah secara tak langsung meminta, dan itu pas bulan April lalu. Saat itu dia bilang ke saya, "kamu main-main ke engca saja." Tapi saya tak melaksanakan permintaannya karena setiap kali saya ada niat untuk berkunjung ke engca, muncul dialog dalam diri saya yang kurang lebih seperti ini,

"OK, Nal, hari ini ke engca yaaa. Biar dapet kerja. Biar ga ansos juga."
"Hmmmm ... Nal, yakin kesana?"
"???"
"Di sana mau ngapain? Ga bisa ngerjain tugas di tempat ramai kan? Masa mau nonton anime? Kelihatan banget gabut. Lagian yakin kesana ga ada temen? Entar merasa sendirian di tengah keramaian lagi. Trus sedih."
"Iya juga sih ya. Di sana mau ngapain coba? Takut juga ih kalau di sana ga ada yang ngajak ngobrol."
"Nah kaaaaaaaan. "
"Yaudah deh, mending di kamar, mencoba mengerjakan tugas. Kalaupun ga ngerjain tugas, yutuban atau nonton anime kalau sendirian kan ga malu-malu amat. wkwk"

Yah begitulah ceritanya tiap kali saya akan ke engca in the past.

Saya merasa, tawaran kerja di engca ini adalah jalan yang diberikan Allah untuk membantu saya. Kan kalau ada kerja di engca, saya jadi ada alasan ke engca. Saya jadi ada alasan buat main dan ngobrol-ngobrol dengan orang-orang di sana.

Dan seperti apa?

01 Juni 2017 adalah hari pertama saya bekerja di engca. Jadwal saya jam 10-11am dan 2-3pm. Namun, saya dimintai tolong Joha, teman dari Equador, untuk menggantikannya hari itu karena dia harus ke Seoul. Jadwal dia jam 12-2pm. Ada slot kosong sejam sih tapi nanggung. Jadilah hari pertama saya, saya 5 jam di engca. Serem? Ternyata engga sama sekali. Ya Allah, terima kasih^^ Ditambah lagi, kemarin atau dua hari yang lalunya gitu saya sempet main ke engca juga. Sempet kenalan sama beberapa orang baru meskipun lupa namanya.

Salah satu hal yang berkesan di hari pertama adalah ngobrol dengan pengunjung pertama, Cheol Suk namanya kalau saya ga salah ingat. Dia ambil Electronic Engineering. Trus dia sedang tugas akhir. Mengejar wisuda Februari nanti. Semangaaaat^^ Dia ke engca sebelum engca buka. Engca buka jam 10, dia datang setengah 9.

Hal yang paling berkesan adalah ngobrol bareng Hye Yeong. To be honest, saya cukup tertarik dengan Hye Yeong. Dia terlihat tertarik dan semangat banget belajar Bahasa Inggris. Waktu itu dia nyamperin saya sambil bawa buku bahasa inggris. Rupanya dia mau latihan ngobrol sesuai yang diajarin di buku. Kami juga ngobrol bareng dengan Liyana. Seru banget. Bahasa inggris saya masih cupaks sih, ga terlalu bisa membantu dia.




Tiba-tiba nih, tiba-tiba banget,saya penasaran apa yang dilakukan teman-teman yang ga beragama ketika mereka berbahagia atau bersedih. Trus kepikiran nanyain ini ke Hye Yeong. Semoga saja diberikan lebih akrab dan kesempatan sehingga bisa nanyain.

02 Juni 2017 saya kerja lagi di engca. 6-8pm. Tapi ini ga dihitung kerja, dihitung voluntary. Sempat ketemu Hye Yeong yang mampir sekitar 5 menit, katanya dia dari rumah. Trus dia nanya bahasa inggris yang saya ga tahu. Mungkin pembaca ada yang tahu (ada yang baca gitu?)

Jadi gini. kalau kita sedang di suatu tempat, sekre unit misalnya. Pas teman kita datang, biasanya kan kita tanya "Barusan darimana?" Nah, cara mengungkapkan ungkapan itu dalam bahasa inggris gimana ya? Let me know, please ...

Di hari kedua, saya agak canggung. Banyak waktu yang di engca saya ga akrab, ga kenal malah. Bahkan, sempat engca itu kosong momplong, isinya saya doang soalnya jam 6-7an gitu jam makan malam orang korea.


Tadi saya juga sempat ngobrol dikit dengan Taemin. Dia ternyata juga tingkat akhir. Sama kayak Cheol Suk (eh ternyata setelah kepo instagram untuk memastikan nama, namanya Cheol Hoon *mringis*) but somehow Taemin lebih terlihat dewasa hahaaaa.

Trus tadi saya juga ngebersihin engca di tengah keramaian canggung-ly. Tiba-tiba di tengah saya "ngevacum", seseorang yang saya dengar namanya Gio, ngasih saya thumb up. Kalau ga salah denger, Taemin juga sempat nggremeng "hardworking". Bukan apa-apa sih, heran aja. Ini kan emang salah satu tugas kerja di engca. Saya merasa agaknya ngebersihin engca dianggap sesuatu yang terlampau baik. Atau mereka ngegituin saya biar saya ga canggung ya? Hahaaa

Well, semoga saja di waktu yang tersisa ini, semuanya bisa terselesaikan dengan baik, semua target tercapai dengan baik dan lancar. Aamiin.

Cerita Saja (17)

Hai! Apa kabar?

Rabu dan Kamis barusan ini saya seneng banget. Hari Rabu, saya ada kelas, sebut saja netpro. Setelah kelas, saya banyak ngobrol dengan Agung, mulai dari ngomongin agama, sampai utang orang-orang terkenal. Saat itu ada seorang cowo masuk ke kelas dan ternyata dia ketua proyek Smart Farm di kampus sini. Trus kami kenalan, ngobrol dikit walaupun sekarang saya lupa namanya. Maaf.

Lalu saat akan masuk gedung digital menuju kelas bahasa korea, teman-teman (James, Joha, Kamel, Darvish, dan Fabian) menyapa dari lantai 4. Rasanya seneng banget. Padahal sesimpel itu. Saat itu saya kembali sadar, hal simpel pun bisa bikin orang lain seneng ya. Pas saya sampai di lantai 4, saya hampiri mereka. Trus saya ditanyain Fabian, "udah ngerjain pr?" Seneng, Coy. Padahal cuma ditanyain gitu doang, dan mungkin itu basa-basi. Trus di kelas juga Joha tanya sekali atau dua kali gitu ke saya. Sepulang kelas, kami jalan bareng ke dorm. Beberapa menit kemudian mereka semua jalan ke festival. Saya pengen ikut, tapi saya bilang ke Joha, "I really want to but I need to wait for my prayer time so I will not skip." Dan yaaaa saya ga ikutan.

Selepas makan malam, saya jalan-jalan sendiri ke festival. Ketemu Juwel (bener ga ya?), Faisal, dan maaf, lupa namanya yang satu lagi. Trus saya ngobrol dikit dengan Juwel. Kami berpisah di area konser. Saya memutuskan jalan-jalan keluar kampus jam 8 malam itu, demi beli roti tawar yang saya sudah ngidam entah sejak kapan. Penjaga tokonya baik banget. Beruntung sekali beliau mengerti saya sekalian mau tukar uang 500an jadi lima uang 100an tanpa saya ngomong (ga tau ngomongnya gimana juga). Melihat keriuhan sekitar di malam hari menyenangkan juga. Saya senyam-senyum sendiri sambil jalan. Hari itu sangat membahagiakan karena saya merasa ada yang menganggap saya ada dan mau bersosial dengan saya. Jarang-jarang saya bisa merasa sebahagia ini di sini.



Jarang-jarang jalanan ini dipake tempat parkir mobil 


 Tempat parkirnya dijadiin stand nongkrong sih. Dipake makan dan minum-minum.


Pengen deh makan ayam di Mom's Touch 

Orang Jualan Ayam 



Nih di tempat parkir standnya banyak kan

Sampai di kamar, saya makan roti tawarnya. Habis beberapa potong. Saya pikir, paling baru habis sekitar lima hari kemudian. Ternyata setelah dicek, tanggal kadaluarsanya adalah hari esoknya. Penyesalan melanda. Kenapa ga dicek dulu sebelumnya. Akhirnya saya makan dua atau tiga potong sambil nonton. Juga berencana untuk mengolah roti itu esok pagi agar paling tidak nanti kalau harus dibuang, ga terlalu banyak gitu. Asumsi saya, kadaluarsa hari itu tuh, hari itu masih cukup oke untuk dikonsumsi, kalau hari itu sudah habis baru mungkin bermasalah kalau dimakan. Dan ternyata saat saya memandangi roti tawar itu, sadarlah ada keterangan bahwa roti itu diproses dengan mesin yang sama untuk memroses daging babi. Ngek ngooook. Dilema melanda. Satu sisi bilang harus dibuang, satu sisi bilang sayang, masih banyak. Dan akhirnya diputuskan untuk dibuang. Mungkin Allah sengaja kasih yang kadaluarsanya esok hari agar lebih ga sayang buat ngebuang. Hahahaaa kok jadi ngomongin makanan.



Kamis, entah kenapa ada sesuatu dalam diri saya yang ngajak keluar. Kepikiran buat ke English Cafe, temat yang selama ini saya pengen banget nongkrong di sana tapi belum cukup berani ke sana. Sama kayak ke sekre baru gitu lhooo. Perlu ada temen kalau mau ke sana. Akhirnya saya jalan-jalan ke festival sendirian. Aneh banget jalan-jalan ke festival sendirian. Akhirnya saya jalan-jalan sambil ngefoto-foto. Setelah selesai, saya agak memaksa diri ke English cafe. Ternyata ke English Cafe sendirian kala itu tak semenyeramkan yang saya bayangkan. Beruntung ada Joha di sana. Ada teman lah.






Ga tau ini orang-orang lagi ngapain. Mungkin guess star nya artis idolanya dan mereka nungguin. 



Itu soda kok

Saya bantuin Joha menyiapkan tools untuk dia presentasi tentang Ekuador ke anak sekolah. Trus saya mengantar dia beli permen cokelat. Kami juga mampir ke festival, lihat-lihat doang. Sepanjang jalan, kami banyak ngobrol. Dia cerita tentang malam sebelumnya dia dan teman-teman berakhir minum-minum tapi dia ga minum banyak. Dan dia baru balik jam 5 pagi. Trus dia juga cerita kalau Kamel dan Fabian ternyata punya pacar yang baru ketemu di Korea ini. Cerita juga kalau saat mereka minum-minum itu ada pacarnya fabian, dan mereka sempat ciuman di sana. Katanya seru dan crazy sangat lah malam itu. 

Senang. Seneng banget bisa tahu cerita mereka.

Selanjutnya kami kembali ke English Cafe. Lalu saya beralih ke Liyana. Kami ngobrol banyaaak banget tentang Islam. Mungkin juga banyak ghibah. Dan hari itu saya juga ngobrol dikit, bukan ngobrol banget sih soalnya itu obrolan dengan peserta siapapun yang ada dan mau terlibat gitu wkwkw. Ya sok ngakrab gitu dengan beberapa orang di English Cafe. Belum kenalan properly sih tapi seneng banget.

Ohiya, dalam tiga hari festival itu, ada beberapa artis kpop yang jadi guess star di sini. Dan spring festival tidak hanya di sini, di kampus lain juga ada. Dan kemarin ada Mamamo, Psy, dan ga tahu apa lagi di Gumi University. Di sini, yang saya tahu, ada Lee Hi (bacanya yihai), Gugudan, entah apa lagi. Btw saya sempet menikmati konser Lee Hi beberapa saat. Saya suka suaranya. Haha. Dan akhirnya saya tahu, musim spring festival, artis korea banyak duit wkwkwk.

Ya gitu deh. Saya merasa dua hari itu Allah memberikan banyak kebahagiaan (yang sebenarnya simpel) untuk saya. Terima kasih, Allah.

Cerita Saja (14)

Assalaamu'alaikum ..

Post Cerita Saja sebelumnya baru sampai 12, sekarang langsung 14 karena sebenarnya ada Cerita Saja (13) tapi sudah direvert to draft karena tulisan yang terlalu kasar dan terkesan sombong dan malas ngedit lagi. Cerita Saja (13) isinya sih tentang saya ikutan ke "warteg" deket kampus. "Warteg"nya buat seneng-seneng doang gitu sih. Sama mau nulis hasil survey niat-realita. Hahahaaa tapi yasudahlah. Mungkin dasarnya saya orang suka pamer kali ya jadi kesan tulisannya jadi sombong wkwkwk.

Oke. Saya bosan. Ditambah Spotify ga bisa digunakan di South Korea. Sedih :( Beruntung ada Deezer yang bisa dipakai di sini.

Btw, cherry blossom sudah berbunga. Tapi katanya ini bukan sakura. Katanya Sakura itu yang pinkish white gitu. Emang beneran? Bukannya varietasnya banyak ya? Aaaak pengen lihat Sakura yang buanyak. Dikasih tahu seorang teman, "Nala nanti jangan lupa ke Jinhae festival. Festival sakura terbesar di Korea." Pengen. Pengeeen banget. Semoga bisa ke sana ya.



Sudah di sini, tapi keinginan ke Jepang masih ada euy. Wkwkwk. Masih pengen menikmati sakura di negeri asalnya. Emang Sakura beneran dari Jepang ya? Haha. Ditambah dapet kenalan anak Jepang yang asalnya dari Shizuoka, katanya Fuji-san di sana. Aaaaak kapan bisa ke sana? 

Sejak di sini, saya jadi sering buka platform berita. Hahaha Alhamdulillah. Juga jadi sering buka pemudahijrah.com *promosi*. Anyway, Pemuda Hijrah itu menurut saya isinya bagus loh. Buat yang muslim sih haha.

Btw, baru kali ini saya merasa sholat 5 kali sehari itu banyak. Di Indo rasanya biasa-biasa aja tuh diluk-diluk sholat gitu. Terkadang ada rasa ga enak sama roommate karena sholat di kamar, jadi kadang keluar dorm, sholat di musholla deket convenience store. Sekalian jalan-jalan. Padahal convenience store ada di depan dorm hahaha.

Saya sedang galau. Sedang bingung. Gundah gulana. Sudah

Hangat

Hai!

Di sini sudah mulai hangat. Suhunya sudah sering sekitar 10 derajat celsius. Menyenangkan. Tak harus berdobel-dobel pakaian. But somehow, ngangenin juga. Hahaha

BTW beberapa hari yang lalu sempat turun salju. Sayang sekali saya tak melihatnya. Cuma lihat pas bangun tidur ada bekas turun salju dikit. Yah gitu doang.

Mungkin ini sudah masuk musim semi tapi masih gersang. Sakura belum muncul. Ah ga sabar nungguin sakura. Nanti pengen nyomot sakura beberapa biji ah wkwkwk.


Cerita Kuliah

Assalaamu'alaikum!

Yay. Akhirnya genap satu minggu mengikuti kuliah. Mari sekarang menceritakan minggu pertama. Kuliah di sini dimulai hari kamis lalu tapi Kamis saya ga ada kuliah jadi hari pertama kuliah saya adalah hari Jumat. Malam Jumatnya, saya dichat seroang teman bahwa dia dan satu orang lagi ga bisa datang. Esok paginya, saya datang ke kelas. CUMA SAYA SEORANG YANG DATANG. LITERALLY. Ternyata pesertanya cuma bertiga : saya, yang ngechat saya, dan temannya. Kzl bgt.

"You're also in the next 12pm class, right?"
"Yes"
"Kalau begitu saya sampaikan apa yang perlu disampaikan sekarang sekalian ya. Soalnya kelas itu pesertanya kamu doang."
Dalam hati, "Seriusan???"

Setelah melewati waktu PRS, akhirnya kedua mata kuliah itu ditutup. Akhirnya ga mikir-mikir lagi mana yang mau didrop. Jelas-jelas dua biji ini ga bisa diambil wkwkwk. Senin ini masih ada waktu PRS buat drop doang. Saya mau drop satu mata kuliah. Jadi saya nanti cuma nyisain 9 SKS. Hahaha. Sisanya, saya pengen ikut lab wkwkwk. Doakan saya, please. Saya kan masih cupu.

Pelajaran dalam english buat anak elektro di sini kebanyakan practical. Dan tiap minggu harus progress report. In the end harus bikin paper.

Saya beruntung sekali dapat kelas Bahasa Korea bareng anak internasional dari negara lain. Anak kampus sebelah dipindah ke kelas lainnya. Sonsengnim is really funny dan berusaha maksimal sekali. I think Learning Korean alphabet and its sound is difficult for European guys. Ya gitu deh. Sejauh ini, kelas paling seru ya itu.

Belum nemu lab mana yang bakal jadi tempat berlabuh. Gimana yaaa. Hiks.

Btw, mari kita ceritakan bagaimana kampus di sini. Kampusnya kecil. Gedung utamanya cuma tiga biji : Techno, Digital, Global. Ada gedung perpus, Dorm beberapa biji, gedung energy, gedungnya dikit kok. Ga sebanyak ITB. Ga sehijau ITB sejauh ini karena sekarang gersang semua jadi ga bisa dibandingin. Hahahaa. Dalem kampus ada satu bus stop yang bikin akses ke mana-mana mudah. Jalan dari depan kampus ke dorm yang cukup di belakang butuh waktu 10-15 menit jalan kaki cukup santai. Sejujurnya, saya mulai bosan. Jalan2, ngelihat gedung itu2 melulu. Kalau di ITB tuh entah kenapa ga bikin cepet bosen.

Trus di sini kalu udah lewat jam 6, yaudah, kampus sepi. Belum ngecek ke bagian2 lain sih. Kalau weekend, kampus sepiii banget. Pada keluar semua. Ya ga semua sih.

I Got Roommates

Dalam hidup saya, sering sekali kasus senjata makan tuan terjadi. Misal nih ya, saya pernah nulis tentang angkot yang nyebelin tapi kita akan bisa maklum kalau tahu bagaimana keadaan mereka. Nah esoknya, saya dapet angkot yang menyebalkan itu. Terkadang jangka waktunya ga sebentar juga sih.

Nah ini, satu lagi barusan kejadian. Dua hari yang lalu, saya tuh menulis tentang saya merasa bersyukur karena dapet kamar isinya saya doang tapi sudah saya revert to draft karena isinya ngomongin jeleknya beberapa orang banget. Eeeeeh kemarin banget pas saya bangun tidur ada orang ngetok kamar. Ternyata dia juga menghuni kamar saya dan dia bilang akan ada lagi dua orang yang akan datang. Penuh deh akhirnya. Hanya dalam beberapa jam setelah menuliskan keburukan orang, kondisi berubah total wkwkwkwk.

Fortunately, mereka ngerti bahasa inggris dan salah satu dari mereka dapat mewakili ngomong bahasa inggris mayan lancar. Enaknya lagi, kami seumuran. Ga enaknya, nanti kalau mandi atau pup jadi ngantri. Hahahaaa.

Akhirnya, kemarin adalah pertama kalinya bagi saya untuk memohon izin sholat di tempat yang sebenarnya proper buat sholat. Yaaaa semoga saja kami bisa menjalin hubungan baik satu sama lain.