Posts

Selama ini . .

Sekarang sudah liburan. sebenarnya sudah berminggu-minggu yang lalu sih ujian terakhirnya. Tapi apa daya, sepertinya Tuhan belum mengijinkan saya untuk pulang lebih awal. Tuhan men-setting sedemikian rupa sehingga keadaan membuat saya tetap harus bertahan di rantau. hahaha ini bahasa sudah sok dramatis banget.

yayaya . . .  sekarang memang belum bisa liburan dengan sebenarnya alias bisa pulang melihat keluarga tercinta : bapak, ibu, mbak ulfah dan agung tapi kan sebentar lagi bisa pulang. Tinggal 2 hari lagi coy buat pulang. yeeeee. Ada yang spesial dan aneh di pulang yang akan terjadi sebentar lagi ini. saat sampai rumah nanti saya akan bertemu sepupu baru saya, yang menyenangkan adalah dia cowo. Alhamdulillah. Yang akan terasa aneh adalah di beberapa hari terakhir saya di rumah sebelum pergi lagi ke tempat rantau, insyaallah saya akan mendapatkan mas baru. Ya, ceritanya mbak saya akan menikah. Masih belum bisa membayangkan di rumah tanpa mbak, lebaran tanpa nglencer bareng mbak.

yayaya . . . setelah beberapa bulan lalu lepas tanggungjawab dari orang gabutr di divisi pagelaran, beberapa bulan lau juga, sekitar sebulan yang lalu sih, saya mnedapat tanggung jawab untuk menjadi seorang anggota panitia kaderisasi di unit. Sebuah tanggungjawab yang cukup menegangkan dan "menakutkan" bagi orang seperti saya. Yaa  gimana ya, tanggung jawab yang diberikn mengharuskan saya untuk berpikir ekstra. Biasanya saya terima instruksi trus saya sedikit mikir dan mengerjakan apa yang harus saya kerjakan.

Selama ini pastinya saya punya anggapan terhadap banyak hal. Terutama dalam hal keorganisasian. Selama menjalani tanggungjawab ini yang sepertinya baru akan selesai beberapa bulan lagi, anggapan saya itu terpatahkan, ah, bukan terpatahkan lebih tepatnya segala yang saya jalani seolah menyatakan bahwa anggapan saya selama ini salah. Yaa seperti masalah jobdesk dan lalala, ga cuma itu sih, ah, tapi bingung ngejelasinnya.

salah satu alasan tetap bertahan untuk menahan rasa ingin pulang adalah ingin ikut Training For Trainer SSDK. Hari pertama sayya mengikuti itu, saya merasa ciut, banyak orang super di sana. Banyak orang yang menurut saya waw banget. Mereka terlihat keren, terlihat ah, bingung saya menjelaskannya. Punya mimpi-mimpi yang waw banget. Bahkan saya yang berkali-kali dapet materi visi yang entah sudah diulang berapa kali dari awal masuk perkuliahan, masih bingung juga masalah begituan. Ah, lalu selama ini saya ngapain? cuma ngikutin arus aja atau gimana? yang baru kepikiran cuma pengen kuliah ke Jepang, kalau tulisan di sticky notes yang ditulis seseorang itu menjadi kenyataan ya Alhamdulillah, mungkin itu bonus. hehehe. Selain itu kepikiran pengen bisa naik haji bareng bapak, ibu, mbak, dan adik saya. Itu yang terpikir yang paling terpatri di pikiran saya. Trus ke depannya saya ngapain, sebenarnya saya juga masih bertanya-tanya. Yaaa semoga saja Allah membantu saya menemukan akan jadi apa saya anantinya.

"KUNTHI" pun sudah lewat

hahaha. Ini judulnya serem juga yaaa. Tapi ini "KUNTHI" keren. yaaa, itu judul pagelaran yang sudah berlalu. Tepat 2 hari yang lalu jam segni open gate. oh man, bahkan saya masih ingat.

Semuanya dimulai semester lalu. Ditawari mince masuk divisi apa dan akhirnya saya pun kecemplung ke dalam divisi keren, ke dalam kumpulan orang-orang keren, divisi pagelaran. Waktu berjalan maju, ya iya lah, berbagai rasa, campur aduk saya rasakan, dari happy-nya memikirkan ide-ide gila buat pagelaran, hingga rasa terpuruk karena saya tak bisa membantu apa-apa.

Kesibukan pun semakin bertambah mulai masuknya semester ini. Mulai 20 Januari, mulailah latihan pagelaran TW43. Angin ga selalu semilir santai, coy. Banyak cobaan, mulai dari level 0.01 hingga level entah berapa, dari yang cuma orang-orang yang ga pada dateng latihan, ga full team, hingga mikir gimana cara memecahkan itu. Bahkan pernah latihan dicancel. Bahkan harus meladeni ini, itu. Mendapat curcolan, keluhan ini, itu. Ngejar-ngejar orang buat latihan. Memikirkan tugas yang tetap menumpuk dan hampir selalu tertumpuk di hari Kamis, tapi harus tetap melakukan berbagai aktivitas rutin pagelaran.Tapi banyak juga kesenangan, banyak kisah indah di sana. merasakan betapa nyamannya sebuah kekompakan, sebuah kedekatan, seperti keluarga sendiri. Merasakan serunya mainkarawitan, walaupun cuma pas latihan. merasakan senangnya bisa berbagi. Merasakan senangnya bisa membuat orang lain senang.

Dan semua itu tereksekusi dua hari yang lalu. pagelaran super keren, dipentaskan oleh orang-orang keren. Bahkan saya yang di backstage mengurusi clip-on pun panas dingin, ndredeg tak menentu. oh man, rasanya ga kalah sama lihat pagelaran PLE yang saya merasa bagai orang tua yang menikmati hasil usaha. hahaha. sok bijak.

Tiba-tiba saja semua terasa tiba-tiba, setelah perjuangan selama ini. Semoga semua ini memberikan kisah indah di hati setiap orang yang mengalami cerita ini.
hahaha. . .

Bahkan sekarang pun terasa aneh, kehilangan rutinitas yang belum pernah ditinggalkan semenjak awal semester ini. oh man, semuanya ngangenin sekarang. Sangat berharap semua ini benar-benar memberikan kisah super keren, kisah bersama orang-orang super keren.

Disini kita belajar banyak hal

Tak terasa, sekarang sudah H-19 pagelaran dies unit saya. acara workshop membatik kemarin pun telah usai, ditutup dengan wayangan yang keren. Namun, semua kesenangan pemberi semangat itu kemarin seolah terserap energi negatif bak black hole mini dalam diri saya. 

karena satu acara telah usai, kini tinggal mempersiapkan pagelaran, biar jadi keren, kece, apapun itu lah. karena sudah H-segini, latihan pun makin intensif, makin banyak rintangan, semangat sisa kemarin pun baru terpompa sedikit, tetapi debit keluarnya lebih tinggi daripada kecepatan pompanya. kini tinggal mengais-ais semangat yang ada. Andaikan ada suatugenerator semangat, saya mau 'menyolokkan' kabel macem infus ke tubuh saya. Andaikan ada suplemen semangat, saya juga mau makan itu.

Saya seendiri bingung, bagaimana bisa saya dibuat pusing hanya karena orang-orang yang ga dateng? ga konfirm? toh ini bukan pagelaran saya, tapi ini pagelaran kami bersama. pekerjaan orang kurang kerjaan memang. haha.

yang ada di pikiran saya sekarang adalah, bagaimana bisa hampir semuanya egois. egois di batas antara menengah dan tinggi menurut saya, Kita semua sama-sama punya tugas, kita semua sama-sama punya PR, kita semua sama-sama punya ujian ini-itu, praktikum ini-itu. saya cuma pengen mereka saling menghargai satu sama lain. ada yang mengorbankan waktunya, mengurangi waktu tidurnya demi ini. ada karawitan yang harus main dari awal hingga akhir, saya yakin mereka CAPEK. capek fisik dan pikiran karena sebal dengan yang lainnya. Bahkan saya pun tak tega melihat mereka sambil mengerjakan tugas sementara mereka latihan, apalagi harus meninggalkan mereka, belajar, mengerjakan PR, mengerjakan laporan?? saya akan senang di atas penderitaan orang lain dan saya yang meminta mereka melakukan itu. mungkin ini keluhan. ya, mungkin ini keluhan.

saya pun ga jelas, ga ngerti apa yang saya tulis di sini. judul dan isi pun ga nyambung sama sekali.

entahlah, mungkin saya saja yang menanggapi ini semua dengan berlebihan. semoga semuanya menjadi lebih baik. Aamiin

Betapa udiknya saya. hahaha

Saya tidak tahu sebutan apa yang lebih tepat dengan yang ada di pikiran saya saat ini. Selarut ini dan saya belum bisa tidur. Akhirnya saya mengisi waktu hanya dengan membuka facebook dan kepo. hahaha.Seperti biasanya orang kepo (sebenarnya saya juga ga tau sih orang lain keponya gimana), saya melihat-lihat foto-foto orang yang saya kepo. Walaupun sebelumnya sudah berkali-kali saya kepoin, saya baru tau ada foto-foto yang belum saya lihat

foto-foto berisi gambar orang yang saya kepo bersama teman-temannya tengah mengisi waktu luang dengan main ke sebuah tempat wisata, sebut saja Tangkuban Perahu. Masih ada beberapa tep[at lain juga. Akhirnya saya berpikir, sekian lama saya di Bandung ini saya belum pernah main-main macem itu. Melihat itu saya merasa menjadi orang ansos. dan akhirnya semuanya membuat saya pengen banget main, main bareng teman-teman, biar saya lebih menikmati masa muda saya, haha. . . biar saya ga merasa ansos begini. hahaha.

Masih ada foto yang terlewat, foto masa SMA-nya yang eye-catching banget, bawa piala. Langsung saya buka semuanya yang setipe, bukan lihat orangnya, tapi lihat spanduk di belakangnya. dan Subhanallah, ternyata orang yang saya kepo ini juara olimpiade kimia. Membuatnya terasa lebih waw bagi saya. Ya, bagi saya orang yang suka, apalagi hobi dan menguasai kimia itu waw banget, karena menurut saya kimia itu membingungkan. hahaha rasa iri juga sempat mampir setelah melihat foto membawa piala itu. Yah, mungkin harus saya katakan, saya belum pernah menang tiap ikutan lomba gituan, paling ngepol semifinalis. hahaha. .

tapi entah mengapa melihat foto-foto itu (dengan pensuasanaan lagunya YUI. hahaha) rasanya sedikit membakar semangat saya. Saya tau dia sebenarnya orang yang cerdas, dia pernah juara olimpiade, dia bagus dalam pengalaman organisasi, dia ga ansos dan dia punya mimpi yang menurut saya tergolong kuat baginya. saya coba bandingkan dengan diri saya, betapa jauhnya. Saya merasa ciut. Saya merasa seperti orang desa udik. Saya berpikir, apakah mimppi saya yang sama seperti mimpi orang yang saya kepo bisa tercapai? mencobe melihat diri saya. pengalaman organisasi hampir nol, cenderung tergolong tertutup dan sedikit ansos, pinter? ga juga, bahkan saya merasa terpuruk, merasa saya ini paling bodoh di kelas, Kembali terlintas, apa iya bisa?

Sebenarnya saya juga bingung mengungkapkannya bagaimana. pertanyaan barusan terlintas di pikiran saya berulang kali, tapi entah bagaimana foto itu ditambah dengan dramatisasi lagunya YUI mengingatkan dan memberi saya semangat bahwa saya ini punya mimpi. Mimpi yang belakangan ini hampir terlupakan (ah, bagaimana bisa sebuah mimpi terlupakan).

Saya ingin, ingin sekali untuk selanjutnya lebih baik lagi.  saya ingin sekali saya bisa menikmati semua ini bersama teman-teman saya. Saya ingin mimpi say terwujud.

Bisa Apa?

Kesempatan kali ini saya dan teman-teman saya seangkatan di unit memiliki kesempatan memegang kepanitiaan dies unit kami, Tanggap Warsa kami menyebutnya, lebih tepatnya Tanggap Warsa 43. Kebetulan saya masuk divisi pagelaran, divisi yang awalnya saya pilih memang, dengan harapan saya bisa 'memuaskan diri' membayar keinginan saya yang sepertinya tak mungkin terwujud : main bonang pas TW.

Tapi kenyataannya lain, kawan. Saya merasa selama ini peran saya kurang. Saya tak bisa memberikan solusi apapun. Sebenarnya jobdesk saya pun juga ga jelas. hahaha . . . setiap rapat, membicarakan konsep, saya tak bisa memberikan apa-apa, hanya mendengarkan. Tak bisa memberikan apa-apa karena saya pun tak tahu apa-apa mengenai masalah beginian. Saya pun mulai berpikir, percuma saya ada disini tapi saya tak bisa memberikan apa-apa. Sampai sekarang saya masih berharap saya bisa memberikan sesuatu untuk TW ini. 

Saya tak tahu apakah perasaan saya yang merasakan saya sedang 'jauh' dari angkatan saya yang membuat saya kurang 'ngeh' di TW ini atau sebaliknya, karena saya kurang 'ngeh' karena saya ga ngerti apa-apa saya, saya merasa kurang kontribusi sehingga saya merasa 'jauh'. Atau mungkin ini semua karena saya yang ansos? saya tak tahu.

Jujur, sebenarnya saya ingin sekali bisa menikmati ini semua, menjadi momen-momen yang tak terlupakan bersama teman-teman saya, tapi saya belum merasakan itu. Sekarang yang saya pikirkan adalah bisa apa saya? bisa apa saya buat TW ini? bisa apa saya sehingga saya bisa menikmati semua prosesnya?