Posts

"KUNTHI" pun sudah lewat

hahaha. Ini judulnya serem juga yaaa. Tapi ini "KUNTHI" keren. yaaa, itu judul pagelaran yang sudah berlalu. Tepat 2 hari yang lalu jam segni open gate. oh man, bahkan saya masih ingat.

Semuanya dimulai semester lalu. Ditawari mince masuk divisi apa dan akhirnya saya pun kecemplung ke dalam divisi keren, ke dalam kumpulan orang-orang keren, divisi pagelaran. Waktu berjalan maju, ya iya lah, berbagai rasa, campur aduk saya rasakan, dari happy-nya memikirkan ide-ide gila buat pagelaran, hingga rasa terpuruk karena saya tak bisa membantu apa-apa.

Kesibukan pun semakin bertambah mulai masuknya semester ini. Mulai 20 Januari, mulailah latihan pagelaran TW43. Angin ga selalu semilir santai, coy. Banyak cobaan, mulai dari level 0.01 hingga level entah berapa, dari yang cuma orang-orang yang ga pada dateng latihan, ga full team, hingga mikir gimana cara memecahkan itu. Bahkan pernah latihan dicancel. Bahkan harus meladeni ini, itu. Mendapat curcolan, keluhan ini, itu. Ngejar-ngejar orang buat latihan. Memikirkan tugas yang tetap menumpuk dan hampir selalu tertumpuk di hari Kamis, tapi harus tetap melakukan berbagai aktivitas rutin pagelaran.Tapi banyak juga kesenangan, banyak kisah indah di sana. merasakan betapa nyamannya sebuah kekompakan, sebuah kedekatan, seperti keluarga sendiri. Merasakan serunya mainkarawitan, walaupun cuma pas latihan. merasakan senangnya bisa berbagi. Merasakan senangnya bisa membuat orang lain senang.

Dan semua itu tereksekusi dua hari yang lalu. pagelaran super keren, dipentaskan oleh orang-orang keren. Bahkan saya yang di backstage mengurusi clip-on pun panas dingin, ndredeg tak menentu. oh man, rasanya ga kalah sama lihat pagelaran PLE yang saya merasa bagai orang tua yang menikmati hasil usaha. hahaha. sok bijak.

Tiba-tiba saja semua terasa tiba-tiba, setelah perjuangan selama ini. Semoga semua ini memberikan kisah indah di hati setiap orang yang mengalami cerita ini.
hahaha. . .

Bahkan sekarang pun terasa aneh, kehilangan rutinitas yang belum pernah ditinggalkan semenjak awal semester ini. oh man, semuanya ngangenin sekarang. Sangat berharap semua ini benar-benar memberikan kisah super keren, kisah bersama orang-orang super keren.

Disini kita belajar banyak hal

Tak terasa, sekarang sudah H-19 pagelaran dies unit saya. acara workshop membatik kemarin pun telah usai, ditutup dengan wayangan yang keren. Namun, semua kesenangan pemberi semangat itu kemarin seolah terserap energi negatif bak black hole mini dalam diri saya. 

karena satu acara telah usai, kini tinggal mempersiapkan pagelaran, biar jadi keren, kece, apapun itu lah. karena sudah H-segini, latihan pun makin intensif, makin banyak rintangan, semangat sisa kemarin pun baru terpompa sedikit, tetapi debit keluarnya lebih tinggi daripada kecepatan pompanya. kini tinggal mengais-ais semangat yang ada. Andaikan ada suatugenerator semangat, saya mau 'menyolokkan' kabel macem infus ke tubuh saya. Andaikan ada suplemen semangat, saya juga mau makan itu.

Saya seendiri bingung, bagaimana bisa saya dibuat pusing hanya karena orang-orang yang ga dateng? ga konfirm? toh ini bukan pagelaran saya, tapi ini pagelaran kami bersama. pekerjaan orang kurang kerjaan memang. haha.

yang ada di pikiran saya sekarang adalah, bagaimana bisa hampir semuanya egois. egois di batas antara menengah dan tinggi menurut saya, Kita semua sama-sama punya tugas, kita semua sama-sama punya PR, kita semua sama-sama punya ujian ini-itu, praktikum ini-itu. saya cuma pengen mereka saling menghargai satu sama lain. ada yang mengorbankan waktunya, mengurangi waktu tidurnya demi ini. ada karawitan yang harus main dari awal hingga akhir, saya yakin mereka CAPEK. capek fisik dan pikiran karena sebal dengan yang lainnya. Bahkan saya pun tak tega melihat mereka sambil mengerjakan tugas sementara mereka latihan, apalagi harus meninggalkan mereka, belajar, mengerjakan PR, mengerjakan laporan?? saya akan senang di atas penderitaan orang lain dan saya yang meminta mereka melakukan itu. mungkin ini keluhan. ya, mungkin ini keluhan.

saya pun ga jelas, ga ngerti apa yang saya tulis di sini. judul dan isi pun ga nyambung sama sekali.

entahlah, mungkin saya saja yang menanggapi ini semua dengan berlebihan. semoga semuanya menjadi lebih baik. Aamiin

Betapa udiknya saya. hahaha

Saya tidak tahu sebutan apa yang lebih tepat dengan yang ada di pikiran saya saat ini. Selarut ini dan saya belum bisa tidur. Akhirnya saya mengisi waktu hanya dengan membuka facebook dan kepo. hahaha.Seperti biasanya orang kepo (sebenarnya saya juga ga tau sih orang lain keponya gimana), saya melihat-lihat foto-foto orang yang saya kepo. Walaupun sebelumnya sudah berkali-kali saya kepoin, saya baru tau ada foto-foto yang belum saya lihat

foto-foto berisi gambar orang yang saya kepo bersama teman-temannya tengah mengisi waktu luang dengan main ke sebuah tempat wisata, sebut saja Tangkuban Perahu. Masih ada beberapa tep[at lain juga. Akhirnya saya berpikir, sekian lama saya di Bandung ini saya belum pernah main-main macem itu. Melihat itu saya merasa menjadi orang ansos. dan akhirnya semuanya membuat saya pengen banget main, main bareng teman-teman, biar saya lebih menikmati masa muda saya, haha. . . biar saya ga merasa ansos begini. hahaha.

Masih ada foto yang terlewat, foto masa SMA-nya yang eye-catching banget, bawa piala. Langsung saya buka semuanya yang setipe, bukan lihat orangnya, tapi lihat spanduk di belakangnya. dan Subhanallah, ternyata orang yang saya kepo ini juara olimpiade kimia. Membuatnya terasa lebih waw bagi saya. Ya, bagi saya orang yang suka, apalagi hobi dan menguasai kimia itu waw banget, karena menurut saya kimia itu membingungkan. hahaha rasa iri juga sempat mampir setelah melihat foto membawa piala itu. Yah, mungkin harus saya katakan, saya belum pernah menang tiap ikutan lomba gituan, paling ngepol semifinalis. hahaha. .

tapi entah mengapa melihat foto-foto itu (dengan pensuasanaan lagunya YUI. hahaha) rasanya sedikit membakar semangat saya. Saya tau dia sebenarnya orang yang cerdas, dia pernah juara olimpiade, dia bagus dalam pengalaman organisasi, dia ga ansos dan dia punya mimpi yang menurut saya tergolong kuat baginya. saya coba bandingkan dengan diri saya, betapa jauhnya. Saya merasa ciut. Saya merasa seperti orang desa udik. Saya berpikir, apakah mimppi saya yang sama seperti mimpi orang yang saya kepo bisa tercapai? mencobe melihat diri saya. pengalaman organisasi hampir nol, cenderung tergolong tertutup dan sedikit ansos, pinter? ga juga, bahkan saya merasa terpuruk, merasa saya ini paling bodoh di kelas, Kembali terlintas, apa iya bisa?

Sebenarnya saya juga bingung mengungkapkannya bagaimana. pertanyaan barusan terlintas di pikiran saya berulang kali, tapi entah bagaimana foto itu ditambah dengan dramatisasi lagunya YUI mengingatkan dan memberi saya semangat bahwa saya ini punya mimpi. Mimpi yang belakangan ini hampir terlupakan (ah, bagaimana bisa sebuah mimpi terlupakan).

Saya ingin, ingin sekali untuk selanjutnya lebih baik lagi.  saya ingin sekali saya bisa menikmati semua ini bersama teman-teman saya. Saya ingin mimpi say terwujud.

Bisa Apa?

Kesempatan kali ini saya dan teman-teman saya seangkatan di unit memiliki kesempatan memegang kepanitiaan dies unit kami, Tanggap Warsa kami menyebutnya, lebih tepatnya Tanggap Warsa 43. Kebetulan saya masuk divisi pagelaran, divisi yang awalnya saya pilih memang, dengan harapan saya bisa 'memuaskan diri' membayar keinginan saya yang sepertinya tak mungkin terwujud : main bonang pas TW.

Tapi kenyataannya lain, kawan. Saya merasa selama ini peran saya kurang. Saya tak bisa memberikan solusi apapun. Sebenarnya jobdesk saya pun juga ga jelas. hahaha . . . setiap rapat, membicarakan konsep, saya tak bisa memberikan apa-apa, hanya mendengarkan. Tak bisa memberikan apa-apa karena saya pun tak tahu apa-apa mengenai masalah beginian. Saya pun mulai berpikir, percuma saya ada disini tapi saya tak bisa memberikan apa-apa. Sampai sekarang saya masih berharap saya bisa memberikan sesuatu untuk TW ini. 

Saya tak tahu apakah perasaan saya yang merasakan saya sedang 'jauh' dari angkatan saya yang membuat saya kurang 'ngeh' di TW ini atau sebaliknya, karena saya kurang 'ngeh' karena saya ga ngerti apa-apa saya, saya merasa kurang kontribusi sehingga saya merasa 'jauh'. Atau mungkin ini semua karena saya yang ansos? saya tak tahu.

Jujur, sebenarnya saya ingin sekali bisa menikmati ini semua, menjadi momen-momen yang tak terlupakan bersama teman-teman saya, tapi saya belum merasakan itu. Sekarang yang saya pikirkan adalah bisa apa saya? bisa apa saya buat TW ini? bisa apa saya sehingga saya bisa menikmati semua prosesnya?

Semester ini berakhir juga

Ya, begitulah kawan, hari ini semester 3 ku berakhir, ditutup dengan ujian Sistem digital. Ujian yang menurut saya persiapannya paling ga siap banget setelah probstat. Rencana belajar malah mainan Harvest Moon, yah, saya pikir itu karena belakangan ini udah ga ada kuliah dan juga rasa ingin pulang yang semakin membukit. hahaha. . .

Ya, semuanya telah berakhir. Bagaimana hasilnya? kita lihat saja nanti, pasrahkan saja semuanya. Toh, tinggal berdoa. setelah semua berakhir rasa pengen pulang malah bertambah, saya masih harus menunggu lima hari lagi untuk berangkat pulang ke Kediri. Saya pikir lima hari akan terasa lama karena saya menunggu. Mengingat masih ada lima hari itu rasanya saya pengen tidur, hahaha. Hhhh, bahkan rencana saya untuk mereview performa saya semester ini sepertinya belum bisa saya lakukan karena pikiran dan perasaan masih merengek-rengek untuk pulang. Yah, apa boleh buat, orang tua saya juga tak keberatan tidak bertemu saya dari tanggal 12 Agustus 2013 sampai 28 desember 2013 nanti.

Pulang. . . Pulang. . .

Yaa akhirnya saya merasa bisa mengingat-ingat kembali masa-masa suram saya di semester ini. Saya merasa semester ini adalah semester tersuram yang pernah saya lewati. Bagaimana tidak, hampir tidak ada kuliah yang saya ikuti tanpa tidur di kelas. Hampir semua mata kuliah belum saya mengerti sebelum ujian, jadi saya ujian dengan bekal yang sedikit. Hampir menyerah juga karena tidak juga mngerti pelajaran, apalagi probstat. Tak bisa menyalahkan apapun siapapun selain diri sendiri yang niat berubahnya gampang goyah. Semester ini juga semester pertama saya sering bolos kuliah. Semester ini juga semester pertama saya jadi deadliner super deadliner, lebih parah dari sebelumnya. Bahkan pernah saya menuliskan "akankah hidup jadi lebih parah?", saya masih ingat itu saya tulias tanggal 20 November saat kuliah probstat. Yaaa saking sudah bosannya saya. Bahkan saya sering berpikir, ah, pasti di kelas saya yang paling bodoh.

Tapi banyak juga pengalaman-pengalaman seru dibalik terpuruknya saya semester ini. hahaha.. semester ini pertama kalinya saya menjadi asisten. Jadi asisten itu menyenangkan lhooo walaupun lama-lama juga membosankan. hahaha. Semester ini pertama kalinya jadi pelatih, trus melewati kisah-kisah seru yang cukup mewarnai batik kehidupanku. hahaha. bahkan juga mendapat sesuatu yang lebih sering kusebut hal konyol. hahaha.

Yaaa semoga hasil semester ini tetap baik. bagaimanapun hasilnya. hahaha. bukan cuma hasil tertulisnya, tapi juga pemahaman dan semoga saya bisa mengambil semua hikmahnya. aamiin.

Semoga selanjutnya semakin baik. Aamiin.